Akhir Januari Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

JOGJA – Tim penyidik Kejati DIJ tak ingin mengulur-ulur penyidi-kan kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi gedung PLN se-DIJ pada 2012. Dari perhitungan in-ternal kejati, dalam kasus tersebut, ditemukan kerugian negara se-besar Rp 417 juta. Temuan itu berasal dari berbagai item proyek yang dikerjakan semasa tersang-ka Nanang Subuh Isnandi (NSI) memimpin PLN Area Jogjakarta.”Perhitungan Kerugian Negara (PKN) tersebut dilakukan internal kejati, dan ini sesuai dengan UU, bahwa penyidik dapat menghitung kerugian negara sendiri,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati DIJ Azwar SH kemarin (14/1).
Sebelum melakukan proses PKN, penyidik telah menggandeng berbagai tenaga ahli, seperti ahli konstruksi atau bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DIJ. Para ahli menyebutkan se-jumlah proyek yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang ada dalam proposal dan volume proyek tidak sesuai perencanaan.”Yang pasti, ketika akan meng-hitung volume pekerjaan proyek, kami melibatkan ahli pekerjaan umum,” tandas Azwar.
Diakui, Senin (12/1) lalu, penyidik batal memeriksa tersangka Subuh. Sebab, tersangka mengajukan per-gantian pengacara. “Senin kami tidak jadi memeriksa tersangka, karena pengacara barunya belum bisa hadir mendampingi peme-riksaan,” terang Azwar.
Rencananya, Subuh akan kembali dipanggil dan diperiksa pekan depan. Azwar menargetkan, perkara PLN akan dilimpahkan ke Peng-adilan Tipikor akhir Januari ini. Kini, penyidik tinggal melengka-pi berkas dari keterangan ter-sangka. “Pemeriksaan saksi-sak-si sudah cukup, dan hasil per-hitungan kerugian negara sudah keluar,” jelas Azwar.
Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat JCW Baharudin Kam-ba meminta, atas kasus ini Ke-jati DIJ jangan berhenti kepada satu orang tersangka. Menurutnya, penyidik harus pengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Sebab, perkara korupsi bia-sanya melibatkan lebih dari satu orang. “Jaksa penyidik harus me-nelusuri siapa yang turut terlibat,” desak Baharudin.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek revitalisasi dilaksanakan di seluruh titik kantor dan bangunan PLN di DIJ. Meliputi gardu induk, gedung dan bangunan rayon, serta sub rayon dengan ratusan paket pekerjaan yang tersebar di Rayon Jogja Selatan, Sedayu, Kalasan, Sle-man, Bantul, Wonosari, Wates, dan PLN Cabang Jogjakarta.Tim penyidik menemukan alat bukti yang mengarah adanya pe-langgaran pekerjaan, yaitu vo-lume pekerjaan yang tidak se-suai dengan kontrak awal. Surat perintah penyidikan (sprindik) telah diterbitkan sejak Januari 2013 lalu. (mar/jko/ong)