Terkait Perbaikan Galian Pipa di Jalan dan Kenaikan TDA

MAGELANG – Para wakil rakyat Kinerja fokuskan pada kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang. Ren-cananya, DPRD Kota Magelang akan mengevaluasi kebijakan dan kinerja perusahaan daerah yang dipimpin Heri Wibowo tersebut. Salah satunya menyangkut upaya penambalan jalan. Seringkali, pasca-perbaikan galian pipa di jalan protokol, upaya menutup jalan dianggap tidak sempurna. “Kami menemukan beberapa galian PDAM dalam rangka memper-baiki pipa. Kami nilai pasca-per-baikannya tidak sempurna. Kon-disi aspalnya berbeda kualitas
Akhirnya jalan yang semula mulus, kini jadi berlubang dan bikin tidak nyaman,” kritik Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang Windarti Agustina kemarin (15/1).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini minta manajemen PDAM konsisten bila melakukan per-baikan dengan membuat galian pipa di ruas jalan. Lebih lagi, upaya perbaikan pada jalan protokol sudah getol dilakukan Pemkot Magelang. Namun, banyak ter-jadi kerusakan akibat galian pipa yang dilakukan PDAM.”Bagaimanapun itu jadi tanggung jawab pihak yang me-lakukan perbaikan. Yaitu PDAM. Walaupun perbaikan diupayakan demi pelanggan PDAM, tapi bukan berarti mengabaikan per-baikan aspal dengan kualitas yang asal,” sindir Windarti.
Ia juga mengingatkan pada perusahaan plat merah tersebut. Saat melakukan pekerjaan galian atau pemasangan pipa PDAM yang menyentuh sejumlah ruas jalan di Kota Magelang bisa di-kerjakan lebih optimal. Be berapa material bekas galian yang masih terlihat bergelombang diminta dikembalikan seperti semula. Sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.”Ini harus jadi komitmen dan perhatian serius pemkot. PDAM juga harus peduli dengan ke-selamatan pengguna jalan. Jika sampai ada pengendara me-ngalami kecelakaan karena melalui lubang jalan tersebut, PDAM harus bertanggung jawab,” ancamnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni mengatakan, DPRD merasa perlu melakukan pemanggilan pada manajemen PDAM Kota Magelang. Yaitu, terkait per soalan perbaikan galian pipa. Di samping itu, pemanggilan juga untuk meminta klarifikasi soal kenai-kan tarif dasar air (TDA). Ia me-negaskan, sejauh ini dewan belum dilibatkan.”Kami akan coba panggil jajaran PDAM untuk memberikan klarifikasi. Sejauh mana menin-daklanjuti keluhan masyarakat soal kenaikan TDA. Bisa jadi, ma-syarakat setuju adanya kenaikan ini, tapi syarat pelayanan PDAM harus maksimal,” imbuhnya.
Ia membenarkan, di sejumlah daerah di Kota Magelang, pe-layanan pasokan air dari PDAM cenderung kurang sempurna dibanding tahun-tahun sebe-lumnya. Termasuk jam aliran yang dianggap tidak sesuai pe-runtukannya.”Kami mendapat laporan kalau alirannya tidak rutin. Dari pagi, siang, dan malam. Hanya malam saja kemungkinan tengah malam. Sehingga banyak air yang ter-buang sia-sia. Karena jam-jam tengah malam biasa digunakan warga beristirahat,” papar Tyas yang juga ketua Fraksi Hannas DPRD Kota Magelang.
Tyas mengintruksikan, selain evaluasi kenaikan TDA, perlu ada perubahan saat perbaikan pipa PDAM. Ia menemukan sebagian besar galian PDAM tidak dinor-malisasi dengan sempurna.”Kualitas aspalnya berbeda dengan aspal sekelilingnya. PDAM harus bertanggung jawab soal ini. Kami minta PDAM me-lakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar per baikannya bisa maksi-mal,” sarannya.
Koran ini juga menemui jalan yang njeglong pasca-perbaikan pipa PDAM. Di antaranya di Jalan Pahlawan. Sebelumnya, Direktur PDAM Kota Magelang Heri Wibowo menegaskan, alasan kenaikan TDA sudah mendapat payung hukum. Yakni, peraturan wali kota (perwal). Dalam instrumen perwal itu menyangkut soal ke-naikan TDA secara periodik sejak 2011 sebesar Rp100 per meter kubik per tahun.”Tahun 2015 menjadi tahun terakhir penerapan kenaikan secara bertahap tersebut,” kata-nya. (dem/hes/ong)