BANTUL – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul akan melakukan pemeliharaan 35 ruas jalan pada tahun ini. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3 miliar.Kabid Jalan DPU Bantul Budi Sarjono menuturkan, panjang 35 ruas jalan yang akan dipelihara sekitar 100 kilometer. Setiap satu kilometer, DPU membutuhkan dana Rp 30 juta hingga Rp 40 juta untuk pemeliharaan. “Itu tergantung tingkat kerusakan,” terang Budi di kantornya, kemarin (15/1).
Dana Rp 3 miliar yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni 2015 ini dinilai masih sangat minim. Sebab, panjang jalan yang butuh pemeliharaan di wilayah Bantul sekitar 500 kilometer. Apalagi, selain untuk pemeliharaan jalan, dana Rp 3 miliar tersebut juga sekaligus merupakan dana tidak terduga untuk perbaikan talud, tebing, dan gorong-gorong yang rusak. “Tentu saja, pemeliharaan harus didasarkan pada skala prioritas. Jalan-jalan yang rusak parah, itulah yang ditangani terlebih dahulu,” ujarnya.
Budi menyebutkan, sejumlah ruas jalan yang rusak saat ini di antaranya terletak di wilayah Madukismo Kasihan, Sudimoro dan Bawuran Pleret, Pijenan dan Kuwiran Pajangan, serta Beji Kalirandu. Selain kepadatan arus lalu-lintas, kerusakan jalan tersebut juga dipicu adanya genangan air hujan hingga menyebabkan tanah labil. “Seperti di Pertigaan Sapuangin Srandakan lubang yang semula kecil lantas membesar setelah hujan deras,” bebernya.
Kasi Pemeliharaan Jalan DPU Bantul Purwanto menambahkan, selama musim hujan pihaknya kesulitan melakukan pemeliharaan jalan. Sebab, aspal emolsi yang biasanya digunakan untuk penanganan tidak efektif. Ketika proses pengeringan belum selesai, aspal tersebut sudah luntur tergerus hujan. Sementara untuk aspal berkualitas baik yakni hotmix, harus dipesan dalam jumlah banyak sehingga hanya digunakan pada masa pembangunan besar-besaran. “Kami kemudian menggunakan aspal penetrasi, yakni aspal dibakar hingga mencair. Aspal itu ditempelkan pada permukaan jalan, kemudian ditutup bebatuan dan pasir,” jelasnya. (zam/din/rg)