Ilustrasi

Sebagai LangkahAntisipasi Bencana diPuncak Musim Hujan

JOGJA – Memasuki puncak musim hujan yang ditandai dengan intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, tak luput dari perhatian Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja. Sebagai lang-kah antisipasi terhadap semua kemungkinan yang terjadi, BLH menempatkan petugas dari tim reaksi cepat (TRC) di 14 keca-matan di Kota Jogja.
Ketua BPBD Kota Jogja Agus Winarto mengatakan, saat ini manajemen penanggulangan bencana di Kota Jogja sudah diubah, yakni bukan lagi re-aktif, tapi antisipatif. Karena itu, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi.
Beberapa langkah antisipatif terkait puncak musim hujan saat ini, adalah dengan peng-iriman personel TRC ke semua kecamatan. “Kami telah mengi-rimkan masing-masing satu personel TRC ke tiap kecama-tan di Kota Jogja,” katanya ke-marin (15/1).
Dengan adanya petugas TRC di kecamatan, diharapkan bisa mempercepat informasi sebagai bentuk langkah anti-sipasi bencana di wilayah Kota Jogja. “Para petugas TRC tersebut diberi tugas melaku-kan deteksi dini, dan wajib melaporkan setiap per-kembangan yang terjadi di wilayah tugasnya,” tandasnya.
BLH juga sudah menyiapkan relawan dan komunitas setem-pat. Para relawan akan dibe-kali dengan call center yang bisa dihubungi melalui hand-phone maupun HT. Setiap la-poran yang masuk akan ditinda-klajuti dengan pengecekan ke lapangan. “BPBD Kota Jogja sudah me-nyiapkan peralatan untuk penaggulangan bencana,” tandasnya.
Dia bersyukur, hingga saat ini tidak ada laporan yang ber-sifat darurat. Secara umum, kondisi masih normal. Hujan deras yang turun beberapa hari ini, belum berimbas ter-hadap kenaikan debit air se-cara signifikan. “Tapi dengan intensitas hujan yang meningkat belakangan ini, terus menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi kami,” ujarnya.
Menurut Agus, BPBD Kota Jogja juga telah memetakan kawasan rawan longsor. Yaitu yang berada di bantaran Sung-ai Gajah Wong, Sungai Wi-nongo, dan Sungai Buntung. Di sana terdapat banyak tebing yang curam, dan banyak yang belum dibangun talud. “Ini juga menjadi perhatian kami,” jelasnya.Secara khusus, Agus juga berharap kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana lain saat musim hu-jan ini. Seperti angin kencang, banjir, maupun pohon tumbang. (pra/jko/ong)