HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PATOK BANDARA: Tim P2B2 saat mencari signal koordinat untuk pemasangan patok batas wilayah yang akan digunakan sebagai lokasi bandara di Glagah, Temon, kemarin (15/1).

Mencopot Sendiri, Dapat Diproses secara Hukum

KULONPROGO – Tim Percepatan Pembangunan Bandara Baru (P2B2) di Temon melanjutkan proses pemasangan patok. Kali ini pemasangan difokuskan di Desa Glagah. Sedikitnya ada 43 patok yang rencananya dipasang selama tiga hari, terhitung hingga Sabtu (17/1) mendatang.
Anggota Tim P2B2 Bambang Eko mengatakan, pada hari pertama ditargetkan 15 patok terpasang. Menurutnya sekarang sudah ada delapan titik yang terpasang di antaranya meliputi wilayah pedukuhan Kepek, Bapangan, Sidorejo, Kretek dan Macanan.”Kami sempat terkendala cuaca, karena hujan deras,” terangnya disela pemasangan patok, kemarin (15/1).
Eko menjelaskan, hujan menjadi kendala mengingat teknis pemasangan patok sangat bergantung dengan alat pen-deteksi koordinat yang bekerja dengan bantuan signal. Sehingga saat cuaca tidak mendukung sinyal Global Positioning System (GPS) biasanya tidak akan muncul. Dalam pemasangan patok, tim juga tidak terlalu memaksakan target. Termasuk jika ada warga yang keberatan lahannya dipasang patok, tim cukup tahu koordinatnya saja. Karena pada prinsipnya, perapatan koordinat dengan patok juga berdasarkan permintaan warga.”Pemasangan patok ini untuk kepentingan warga yang ingin mengetahui lokasi mana saja yang menjadi areal pembangunan bandara di Temon,” jelasnya.
Eko menambahkan, pemasangan patok di Glagah merupakan kelanjutan dari kegiatan tiga bulan lalu. Tim sebelumnya juga telah memasang puluhan patok di koordinat lahan bandara di empat desa, meliputi Sindutan, Palihan, Jangkaran, dan Kebonrejo.
Dijelaskan Glagah sedianya masuk proses pemasangan awal. Namun pada saat itu kondisi masyarakat tidak memungkinkan sehingga pemasangan patok ditunda. “Maksud pemasangan patok di Glagah sama dengan empat desa lainnya. Kalau tahun lalu kami sudah memasang patok di batas-batas, saat ini kami merapatkan patok termasuk yang dulu sudah pernah terpasang” ungkapnya.
Kasubag Pembinaan Operasi Polres Kulonprogo Maryono menyatakan, tindakan pencabut-an patok yang sudah dipasang oleh Tim Persiapan Pembangunan Bandara dapat digolongkan dalam pelanggaran. Bahkan bisa ditindak melalui jalur hukum. “Selama ada yang melaporkan tindakan pencabutan patok maka kepolisian dapat mengusut serta memproses kasus tersebut,” tegasnya. (tom/ila/ong)