Hariyadi Langsung Jadi Tahanan

JOGJA – Penyidikan kasus du-gaan korupsi dana hibah Persa-tuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jogja telah rampung. Tim penyidik Kejari Jogja sudah me-nyerahkan berkas, barang bukti, dan tersangka Wahyono Hari-yadi kepada jaksa penuntut umum (JPU) kemarin (16/1). Tersangka Hariyadi langsung dikenakan penahanan, yakni tahanan kota.”Tersangka dikenakan wajib lapor ke Kejari Jogja, setiap Senin dan Kamis,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jogja Aji Prasetyo SH kepada wartawan kemarin (16/1).
Aji menambahkan, jaksa tidak melakukan tahanan kurungan, karena tersangka Hariyadi dinilai koopera-tif. Selama proses penyidikan, ter-sangka tidak pernah merepotkan penyidik, dan mengakui semua per-buatannya. Bahkan, tersangka telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 537,4 juta ke kas negara. “Karena tersangka masih memiliki etikad baik, jaksa tidak perlu mena-hannya,” jelas Aji.
Setelah tahap 2, langkah berikut-nya adalah jaksa akan menyusun rencana dakwaan (rendak). Se-telah rendak rampung, jaksa akan mendaftarkan perkara ini ke Pengadilan Tipikor Jogja. Aji me-nargetkan, Februari nanti perka-ra ini sudah mulai disidangkan. “Secepatnya akan didaftarkan ke pengadilan,” tegas Aji.
Seperti diberitakan sebelumnya, audit BPK menemukan indikasi penyimpangan dana hibah PBVSI Jogja sebesar Rp 537 juta. Pengurus PBVSI tidak dapat mempertang-gungjawabkan penggunaan dana tersebut. Kejari menilai alokasi dana tersebut melanggar Permen-dagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang bantuan sosial dan hibah. Dalam Permendagri disebutkan, klub olah raga profesional di-larang mendapatkan dana APBD. Padahal, Yuso sebagai penerima hibah, merupakan klub voli profesional. (mar/jko/ong)