illustrasi

DPU: Tak Ada Hubungannya dengan Tambak udang PT Indokor

BANTUL – Bangunan ruas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di se-kitar Pantai Kuwaru dipastikan diubah. Namun, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memastikan pe-rubahan arah JJLS ini tidak ber-kaitan dengan keberadaan tambak udang milik PT Indokor.Kabid Jalan DPU Bantul Budi Sarjono mengatakan, desain awal pembangunan JJLS di sekitar Pantai Kuwaru berdasarkan denah dari Pelaksana Jalan Nasional (PJN) adalah lurus. Hanya saja, dulu saat proses pembebasan lahan pemkab dan pemprov me-nemui kendala. “Dulu tanahnya tidak bisa dibebaskan,” terang Budi kemarin (18/1).
Di sisi lain, PJN tetap mengin-struksikan agar JJLS segera di-bangun. Tujuannya agar bisa terhubung dengan ruas JJLS yang berada di sebelah barat. Alasan inilah yang kemudian menyebab-kan proyek pembangunan JJLS tetap direalisasikan hingga tahap pengaspalan, meskipun harus berbelok dari denah semula. Menurutnya, persoalan pem-bebasan lahan dulu membuat pelaksana lapangan memutar otak. Satu-satunya solusi yang dapat ditempuh pemkab maupun pemprov adalah menggunakan lahan sultan ground (SG). “Bela-kangan tanah tersebut malah bisa dibebaskan,” ujarnya.
Budi mengaku tidak mengeta-hui berapa nilai anggaran untuk pembebasan lahan. Yang jelas, Pemprov DIJ telah membebaskan lahan milik warga tersebut. “Ka-rena desain awalnya lurus seka-rang sama PJN mau diluruskan,” ungkapnya.
Menurutnya, instruksi pembangunan JJLS di sekitar Pantai Kuwaru dikeluarkan pada tahun ini. Intruksi ini tidak ber-kaitan dengan keberadaan se-jumlah tambak udang milik PT Indokor. Perlu diketahui, pada operasi penertiban tambak udang pada 5 Januari lalu diketahui ada sejumlah tambak milik PT Indo-kor yang melanggar garis sempa-dan JJLS. “Jangan dikaitkan dengan itu (PT Indokor),” tegasnya.
Kepala Perencanaan Pembangu-nan Daerah (Bappeda) Bantul Trisaktiana mengungkapkan hal senada. Dia menjelaskan, desain awal pembangunan JJLS di se-kitar Pantai Kuwaru ada dua jalur. Jalur lurus sebagai jalur utama. Sedangkan jalur mem-belok untuk rest area.”Seharusnya yang utama yang dibangun dulu. Karena terken-dala pembebasan lahan jalur yang membelok akhirnya didahulukan,” paparnya.
Sebagaimana Budi, Tri pun memastikan pembangunan JJLS ini tidak berkaitan dengan ke-beradaan sejumlah tambak PT Indokor yang berdekatan dengan proyek pemerintah pusat ini. “Hanya kebetulan saja ada tam-bak milik PT Indokor yang ber-dekatan dengan JJLS,” bebernya. (zam/din/ong)