Perkumpulan Dijatah Dua Pemain

JOGJA – Tidak membutuhkan waktu lama untuk PSIM Jogja menggelar latihan perdana se-telah resmi mempertahankan Seto Nurdiyantara di posisi pe-latih kepala. Manajemen Laskar Mataram yang dikomandani Agung Damar Kusumandaru bersepakat dengan pe-latih langsung memang-gil pemain-pemain menjalani training di Stadion Mandala Krida sore ini.
Cepatnya PSIM menggeber latihan tidak lepas dari singkatnya proses perburuan staf pelatih yang membantu Seto di Divisi Utama musim 2015 ini. Setelah berhasil mengamankan jasa pe-latih fisik serta pelatih kiper lama, Bagyo Irianto dan Didik Wisnu pada Jumat sore, keesokan hari-nya Laskar Mataram sukses mengikat asisten pelatih lama Erwan Hendarwanto. Dengan begitu, tim pelatih PSIM diper-tahankan 100 persen.
Sayangnya para pecinta PSIM dipastikan belum melihat muka baru pada hari pertama. Sebab, manajemen belum memperbo-lehkan Seto mendatangkan pemain baru. Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru menyatakan se-mua pemain lama asli Jogja, baik yang direkomendasikan maupun tidak direkomendasikan pelatih lama akan menampakkan batang hidungnya di Mandala Krida hari ini. Untuk pemain lama luar daerah, paling lambat akan datang pada akhir Januari.”Seperti yang diinginkan Mas Seto, dia ingin melihat juga ke-mampuan pemain yang tidak direkomendasikan. Karena itu-lah mereka kami panggil juga,” jelas ketua Komisi D DPRD Kota Jogja tersebut.
Agung Damar menam-bahkan, Kamis nanti (23/1), tim pelatih PSIM juga melihat calon-calon pemain lokal baru yang mungkin saja dikontrak atau magang di Laskar Mataram. Hari ini, ma-najemen mulai menyurati 26 klub yang bernaung di bawah PSSI Kota Jogja.Setiap klub diberikan jatah mengirimkan dua pemainnya. Agung Damar berharap setiap klub-klub lokal benar-benar mendelegasikan penggawa-penggawa yang memang sudah memiliki kelayakan bermain di level Divisi Utama.”Kami harap mereka benar-benar mengirim-kan duta-duta terbaik,” bebernya.
Menyoal adanya pelatih muda Kota Jogja yang melakukan magang di PSIM, manajemen Laskar Mataram juga belum menentukan siapa orangnya. Manajemen, kata Agung Damar, terlebih dahulu berkoordinasi dengan PSSI Kota Jogja. “Untuk ini kami juga belum menentukan. Manajemen memilih dengan benar sehingga merasa harus ber-koordinasi dulu dengan PSSI Kota Jogja,” jelasnya. (nes/din/ong)