GUNAWAN/RADAR JOGJA
MULUS : Salah satu mobil dinas yang dipakai anggota DPRD Bantul tidak terdapat lagi logo Pemkab Gunungkidul.

Stiker Logo Pemkab Sengaja Dilepas

WONOSOSARI – Ulah sebagian anggota DPRD Gunungkidul ini memang “nyleneh”. Mobil dinas (mobdin) dibeli dari uang rakyat, didesain seolah-olah milik pri-badi. Terbukti, stiker berlogo pemkab pada bodi kendaraan dilepas. Padahal, gambar dan tulisan tersebut harus tetap ada karena sebagai penanda aset milik pemerintah. Dari sepuluh kendaraan dinas baru yang diberikan, beberapa di antaranya sudah tidak ada logo maupun tulisan pemkab.
Tiga mobil itu masing-masing bernopol AB 2813 YY, AB 1827 YY, dan AB 1825 YY.Wakil Ketua Komisi C DPRD Gunung-kidul Heri Kriswanto salah satu yang menggunakannya. Ketika dikonfirmasi mengakui kendaraan yang digunakan sudah tidak ada logo Pemkab Gunung-kidul. “Memang sudah tidak ada (logo pemkab), tetapi tulisannya masih ada,” kata Heri.
Politisi PAN itu menjelaskan, penco-potan stiker terjadi beberapa waktu lalu. Tepatnya di sebuah pencucian mobil di Wonosari. Saat proses pencucian, dia mendapatkan laporan dari petugas pen-cucian, bahwa stiker logo pemkab mengelu-pas sebagian. Melihat kondisi itu, pihaknya beriniasiatif menyuruh kepada petugas untuk melepas gambar tersebut. “Dari-pada dikembalikan lagi juga hasilnya tidak bagus, saya putuskan untuk mele-pas,” kilahnya.
Heri mengaku tidak ada alasan khusus melepas logo dan gambar di kendaraan dinas tersebut. Menurut dia pencopotan stiker diawali karena mengelupas saat menyucikan mobil dinas. “Tidak ada maksud apa-apa, dan tidak masalah khan?” ungkapnya medok dengan logat Jawa.
Kepala Bagian Tata Usaha Sekretariat DPRD Gunungkidul Jati Kusbanu men-gatakan, akhir tahun lalu setwan mene-rima 11 kendaraan dinas baru dari pem-kab. Tujuh mobil untuk komisi, dan tiga mobil digunakan wakil ketua DPRD. “Dua mobil lainnya, satu untuk kendaraan dinas sekretaris DPRD dan satu mobil digunakan sebagai operasional kesekre-tariatan,” kata Jati.
Jati tidak menampik adanya ulah usil dari anggota dewan segaja melepas logo maupun stiker bertuliskan Pemkab Gunung-kidul. Padahal menurut dia, gambar dan tulisan tersebut harus tetap ada karena sebagai penanda aset milik pemkab. “Kami belum menghitung berapa jum-lahnya (logo maupun tulisan yang hilang). Yang jelas sudah ada beberapa mobil stiker dilepas oleh pemakai,” katanya.
Sementara itu aktivis jaringan peman-tau legislatif Gunungkidul, Rino Caroko menyesalkan prilaku dewan tersebut. Dia berharap keadaan mobil dikemba-likan seperti semula. “Kalau stiker logo dicopoti seolah-olah mirip kendaraan pribadi,” kata Rino. (gun/din/ong)