MUNGKID – Jumlah sekolah dasar (SD) yang belum beraliran listrik di Kabupaten Magelang bertambah lagi. Sebelumnya, yang tercatat ada tiga SD. Ternyata, ada empat sekolah berstatus negeri yang belum dialiri listrik. Seperti tiga SD yang terekspos be-lakangan ini, satu sekolah tambahan ini kondisinya sama, tidak teraliri listrik dalam beberapa tahun belakangan.Ke-4 SD yang belum teraliri listrik adalah SDN Kalinegoro I Kecamatan Mertoyudan, SDN Klopo 2 Kecamatan Tegalrejo, SDN Kenalan Kecamatan Pakis. Satu sekolah yang tercatat belum teraliri listrik adalah SDN Gejagan di Kecamatan Pakis. Total sekolah yang belajar di empat SD tersebut sebanyak 416 siswa.”Rinciannya, 134 siswa di SDN Kalinegoro I Kecamatan Mertoyudan, 77 siswa di SDN Klopo 2, Tegalrejo, 86 siswa di SDN Kenalan, Kecamatan Pakis, dan 119 siswa di SDN Gejagan, Kecamatan Pakis,” kata Drs Mushowir MA kemarin (18/1)
Mushowir mengaku, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah me-ngupayakan pemasangan jaringan listrik. Namun, sampai saat ini belum bisa direalisasikan karena terkendala jarak lokasi sekolah dengan jaringan listrik. Untuk pemasangan, dibuuthkan tiang penghubung dan ini mem-butuhkan biaya tambahan.”Alhamdulilah, SDN Kali negoro sudah terpasang empat tiang penghubung jaringan,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Ka-bupaten Magelang ini.
Ia berharap setelah jaringan listrik masuk sekolah, kegiatan belajar mengajar lebih baik lagi. Mengingat era sekarang untuk kegiatan belajar mengajar mem-butuhkan alat pendukung se-perti komputer, laptop, LCD. Jadi, tidak hanya bergantung pada alat tulis dan buku.”Semua sekolah tersebut akan memiliki aliran listrik,” kata-nya.
Ditambahkan Mushowir, Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP telah memerintahkan jajarannya ber-koordinasi dengan PLN. Zaenal minta PLN Cabang Magelang secepatnya melakukan pe-nyambungan jaringan listrik untuk empat sekolah tersebut.”Kami berkoordinasi dengan PLN Cabang Magelang untuk melakukan penyambungan l istrik di empat SD tersebut. Prinsipnya, tidak ada masalah dan segera dilakukan penyambungan,” tegas Mushowir.
Kepala Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) PLN Magelang Dwi Purnomo mengaku, belum adanya aliran listrik di sekolah tersebut karena adanya miscom-munications. Ditegaskan Dwi, PLN tidak pernah mempersulit atau memperlama pemasangan jaringan listrik baru sekolah yang belum teraliri listrik. Apalagi, untuk lembaga pendidikan dan dikelola pemerintah.Dikatakan, ada tiga lembaga yang selalu diprioritaskan untuk pemasangan aliran listrik. Selain lembaga pendidikan yang di-kelola pemerintah, lembaga kesehatan dan tempat ibadah termasuk yang mendapat prioritas untuk pemasangan aliran listrik. (ady/hes/ong)