GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
TURUN LAGI: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, kemarin (18/1). Mulai hari ini (19/1), harga premium Rp 6.600 per liter dan solar sebesar Rp 6.400 per liter.

Apresiasi Kebijakan Pemerintah

JOGJA – Himpunan Swasta Na-sional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIJ mengapre-siasi kebijakan pemerintah yang memberi rentang waktu penera-pan penurunan harga baru bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemberlakukan harga terbaru dimulai hari ini (19/1) dari wak-tu diumumkan, 16 Januari lalu. Langkah ini dinilai meminimal-isir kerugian SPBU yang terlanjur menyetok BBM dalam jumlah yang banyak.”Pemerintah mendengar suara kami dengan memberi waktu. Sehingga kami bisa mengatur ulang stok bahan bakar di SPBU,” kata Ketua Hiswana Migas DIJ Siswanto kemarin (18/1).
Hanya saja, adanya rentang waktu pengumuman penurunan harga hingga waktu pelaksanaannya me-nyebabkan sebagian masyarkat menunggu membeli bahan bakar dengan harga baru. Hal tersebut berbeda saat pengumuman harga BBM naik. Saat itu warga berbondong menyerbu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).Tak heran, dalam rentang waktu dua hari sebelumnya ada penu-runan konsumsi BBM nonsub-sidi.
Hanya, jumlah penurunan-nya tidak terlalu signifikan.”Kalau ada kerugian, diperkira-kan tidak sebesar di awal tahun saat pemerintah melakukan penurunan harga BBM secara mendadak,” tegasnya.
Siswanto mengungkapkan pada saat pemerintah mengumumkan penurunan harga BBM pada 31 Desember 2014, banyak pengusaha SPBU yang mengalami kerugian. Kerugian rata-rata yang dialami pengusaha SPBU sebesar Rp 25 juta – Rp 30 juta.Diungkapkan, mulai Senin ini (19/1) harga BBM bersubsidi kembali turun. Premium yang semula Rp 7.600, turun njadi Rp 6.600 per liter. Sementara solar dari harga Rp 7.250 menjadi Rp 6.400 per liter. Bahkan elpiji 12 kilogram juga diturunkan men-jadi Rp 129 ribu per tabung.
Meski harga premium turun, Sis-wanto memprediksi konsumen yang mengkonsumsi pertamax tidak akan migrasi ke premium. Sebab, selisih harganya masih terbilang tipis, se-kitar Rp 2 ribu. Saat ini, harga per-tamax di DIJ rata-rata dipasarkan dengan harga Rp 8.800.
Dari data Pertamina, angka kon-sumsi premium di DIJ hingga Januari 2015 mencapai 1.350 -1.400 kiloliter (KL) per hari. Angka ini turun, karena sebelumnya sempat di angka 1.500 KL. Angka itu ter-jadi saat harganya sempat naik beberapa waktu lalu. Untuk pertamax, dengan selisih harga yang tipis angka konsums-inya meningkat 4 kali lipat di-banding bulan sebelumnya. Bila sebelum kenaikan harga premium, angka penyaluran pertamax oleh DepotPertaminaRewulu sebesar 40 KL. Saat ini jumlahnya melon-jak jadi 160 KL per hari.
Humas Pertamina Pemasaran Jateng-DIJ Roberth MV Dumatu-bun menjelaskan, bagi yang mela-kukan pembayaran uang muka pembelian BBM pada Senin (19/1), akan diterapkan harga baru.”Tinggal penyesuaian sistemnya saja di Pertamina dan perbankan-nya. Tentunya, nanti akan ada win-win solution antara SPBU dengan kami,” kata Roberth.
Terkait penurunan elpiji 12 kilo-gram, Roberth menegaskan, lang-kat tersebut diambil untuk men-cegah migrasi konsumen lebih banyak ke kemasan 3 kilogram (kg). Mereka yang sebelumnya telah bermigrasi, kembali menggunakan tabung nonsubsidi. (bhn/hes/ong)