DWI AGUS/RADAR JOGJA
AJAK PEDULI LINGKUNGAN: Ketua Pengurus Pelaksana Yayasan GNI DIJ Jateng Cahyono Agus dalam pelatihan program penanaman 1 juta pohon di Gunungkidul (18/1).

Libatkan Puluhan Kepala Sekolah SD

JOGJA – Penanaman kepedulian terhadap ling-kungan terus digalakkan. Yayasan Green Network Indonesia (GNI) sebagai salah satu LSM lingkungan terus mengawal kesadaran lingkungan. Salah satunya dengan program penanaman 1 juta po-hon di Kabupaten Gunungkidul.Untuk melengkapi program ini, sebuah pelati-han juga digelar.
Bertempat di aula Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI Jawa-Madura, pelatihan melibatkan puluhan kepala sekolah (kepsek) SD se-Gunungkidul (18/1).”Pelatihan ini bertujuan mencetak kader-kader pendidik pelestarian lingkungan. Diha-rapkan mampu menjadi role model khususnya dari kepala sekolah ke siswa-siswanya. Mampu membangun karakter anak yang peduli terhadap lingkungan,” kata Ketua Pengurus Pelaksana Yayasan GNI DIJ Jateng Cahyono Agus.
Dalam kesempatan ini Agus juga menyampai-kan pentingnya sifat jujur. Menurutnya, pelesta-rian lingkungan perlu dilandasi sikap dan sifat jujur. Beberapa bentuk penyelewengan tidak dapat ditoleransi untuk menjaga lingkungan.Terlebih pelestarian dan menjaga alam merupakan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Sehingga bentuk kepedulian sekecil apa pun sangat penting. Perlahan rasa ini dit-umbuhkan agar kesadaran untuk menjaga lingkungan benar-benar terwujud.”Kecurangan menjadi perhatian utama bagi GNI. Jika ketidakjujuran masih berlangs-ung, maka menjadi jalan terjal. Sehingga pen-ting edukasi dan pembangunan karakter dia-wali dari anak-anak Sekolah Dasar,” katanya.
Training ini melibatkan tenaga pengajar dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jogjakarta. Juga beberapa pakar lingkungan hidup seperti Prof Djoko Marsono, Prof Nai’em, Prof Sambas Sabarnur-din, Prof Nugroho Marsoem, Ir Haji Heriyan-to dan Dr Firman Fahada.Koordinator Program Penanaman Sejuta Po-hon Purnama Jaya menyebutkan, gerakan ini melibatkan lebih dari 50 ribu siswa SD. Program ini mengajak para siswa SD untuk menanam pohon di pekarangan rumah. (dwi/laz/ong)