SLEMAN – Kunjungan Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Soekeno ke Eropa ternyata bukan sekadar piknik belaka. Di benua biru-sebutan Eropa, Sukeno juga melakukan studi manajemen ke sebuah klub besar.Klub yang dimaksud adalah Bayern Munchen, tim asal Jerman yang sudah berhasil mengoleksi lima gelar Liga Champions.
Saat mengirimkan pesan singkat ke wartawan kemarin, Keno sedang berada di markas Bayern, Stadion Allianz Arena.”Jadi kunjungan saya ke Eropa juga untuk melakukan studi banding manajemen klub. Apa yang saya dapat dari mempela-jari Munchen sedikit banyak akan diaplikasikan ke PSS agar klub ini bisa benar-benar men-jadi tim professional,” tukasnya.
Pengelolaan keuangan dan saham menjadi pokok yang paling dipelajari oleh Keno. Di Bayern, 51 persen saham dipegang oleh pemegang saham utama. Sedangkan 49 persen sisanya dilepas ke suporter. “Ditambah lagi, klub-klub Jerman termasuk Bayern punya pengelolaan keuangan yang ketat. Mereka menolak seluruh investor yang bera-sal dari luar Jerman,” jelasnya.
Menurut Keno, konsep yang diterapkan Die Roten- julukan Bayern- sangat cocok diaplikasikan ke Super Elang Jawa (Super Elja). Ya, pada hakikatnya, me-skipun sudah menjadi tim profesional, PSS adalah klub milik seluruh masyarakat Sleman. Sehingga untuk mencegah klub ini dibawa ke luar Sleman, lebih baik seluruh saham di PT PSS dikuasai orang-orang asli Bumi Sembada.
Di bagian lain, manajemen PSS kembali menunda pengumuman pelatih kepala. Sebelumnya, manajer PSS Haru Setiawan berjanji mempublikasikan pembesut Super Elja kemarin (18/1). Tapi ditunggu hingga sore hari, tak ada juga nama yang meluncur dari mulut Haru.Haru berkilah, dirinya terlebih dulu membereskan masalah inventaris klub. Namun ia menjamin Siang Ini, pelatih yang membesut PSS sudah dapat dike-tahui publik. “Pengumumannya saya tunda dulu ke besok siang (siang ini, Red). Intinya ya sabat saja, nanti juga ketahuan siapa orangnya,” tambahnya.
Yang jelas, kata Haru, pelatih yang menangani PSS bukanlah Lafran Pribadi. Lafran memang sempat masuk dalam radarnya. Tapi PT PSS menolak Lafran lantaran eks pelatih Planet Biru ini hanya berlisensi B Nasional.Setelah ditolak, Haru sempat meminta Lafran men-jadi asisten pelatih. “Tapi Pak Lafran menolak jadi asi-sten. Dengan begitu ya kami cari sosok lain,” tegasnya.
Adapun soal latihan perdana, itu akan dihelat Se-lasa (20/1) atau sehari usai pengumuman pelatih. Manajemen terlebih dulu memanggil pemain-pemain lokal yang merumput di kompetisi Liga Sleman Sembada. (nes/din/ong)