PENATAAN Malioboro tinggal menunggu waktu. Selama setahun ke depan, Pemprov DIJ dan Pemkot Jogja akan menyusun konsep pembangunan Malioboro. Salah satunya, ben-tuk fasad dari bangunan di ikon wisata itu.Konsep ini akan beriringan dengan penyusu-nan Rancangan Peraturan Daerah Istimewa (Raperdais) Tata Ruang. Badan Pembentukan Perda DPRD DIJ telah memasukkan salah satu pilar keistimewaan DIJ itu ke Progran Legis-lasi Daerah (Prolegda) 2015.”Jika sudah diatur Raperdais, bisa memberi-kan keleluasaan (penataan fasad Malioboro),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Peruma-han, Energi, dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Rani Sjamsinarsi, pekan lalu (17/1).Rani menuturkan, dengan adanya perdais itu ada banyak keleluasaan. Salah satunya subsidi bagi pemilik toko di Malioboro. Mereka bisa mendapatkan Dana Keistimewaan (Danais) untuk mengembalikan fasad tokonya. “Yang milik privat, ada subsidi. Kalau fasilitas umum bisa kami bangun,” jelasnya.Satu-satunya perempuan yang menjabat kepala Dinas PU di DIJ ini menegaskan, fasad Malioboro akan dikembalikan sebagai heritage DIJ. Di sana akan diatur khusus sebagai sumbu filosofi dari Tugu-Malioboro-Keraton-Krapyak. “Sekarang masih menunggu konsep besarnya,” kata Rani.Konsep besar ini, menurutnya, masih terus dibicarakan pemprov dan pemkot. Setelah ada kesepakatan mengenai konsep fasad Malio-boro, baru hal itu diatur dengan Raperdais Tata Ruang. “Ada banyak kajian sejarah. Se-perti apa bentuk aslinya dari Malioboro,” tam-bahnya.Selain menyusun konsep dengan pemkot, Dinas PUP-ESDM DIJ juga telah menunggu hasil dari sayembara Malioboro. Lima pemenang yang telah terpilih kini tengah menggabungkan karya mereka untuk menjadi Detail Engineering Desain (DED) Malioboro. (eri/laz/ong)