RIRIN OKTAVIANI/EKSPRESI
UNTUKMU GURU: Donny Rahardian (kiri) bersama Adam Mahendra jurnalis SMAN 2 Jogja, Albertin Damara kapten tim SMA Stella Duce 1 dan Rifqi Adhi Saputra kapten tim SMA Muhammadiyah 1 Jogja saat di Jogja TV kemarin (19/1).
JOGJA- Hal baru yang muncul dalam kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2015 adalah pemilihan guru favorit. Kompeti-si yang akan digelar di GOR UNY tanggal 23 Januari hingga 7 Fe-bruari itu juga masih akan diwar-nai beberapa item baru yang di-kompetisikan di tingkat nasional dengan hadiah jalan-jalan ke Ame-rika, Hongkong dan Singapura.
Hal itu disampaikan oleh Donny Rahardian event senior manager DBL Indonesia saat talkshow di Jogja TV, kemarin (19/1).Selain Donny, talkshow dalam program Teras Jogja yang dipandu oleg presenter Agnes Marhilo itu juga menghadirkan Albertin Da-mara kapten tim basket putri SMA Stella Duce 1 Jogja, Rifqi Adhi Sa-putra kapten tim basket putra SMA Muhammadiyah 1 Jogja dan Adam Mahendra perwakilan jurnalis dari SMAN 2 Jogja.Menurut Donny, kompetisi un-tuk guru tersebut berlaku bagi seluruh sekolah di Jogja. Melalui kompetisi itu, para guru ditantang untuk menulis essay soal cara-cara atau metode pendampingan ekstrakulikuler dalam sebuah kompetisi di luar sekolah. ‘’Nantinya akan dipilih satu orang guru yang akan dilombakan di tingkat nasional,” jelas Donny
Sementara Albertin Damara kapten tim basket SMA Stella Duce 1 yaitu runner up putri Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2014 dengan pede menjawab kesiapan tim nya dalam Honda DBL tahun ini. “Malah udah rindu sama lapangannya untuk dipakai tanding Honda DBL. Pengin jumpa secepatnya,” pa-par kapten tim yang akrab dengan panggilan Rara ini.Sementara Rifqi Adhi Saputra kapten tim putra SMA Muham-madiyah 1 Jogja dan Adam Ma-hendra dari tim jurnalis SMAN 2 Jogja juga merasakan hal sama seperti disampaikan Rara. “Eng-gak sabar nunggu segera tanggal 23 Januari,” kata Rifqi.
Pada bagian lain, Producer Teras Jogja Sugeng Wiyono me-nyambut baik kompetisi bola-basket pelajar tersebut. Sebagai orang lama yang berkecimpung di dunia basket, Sugeng menga-kui, perkembangan olahraga, khususnya basket sangat pesat. “Memupuk bibit-bibit unggul mulai dari kecil dan memban-tunya mewujudkan mimpi-mimpi. Bukan kemenangan semata yang dicari, tapi usaha dan semangat, masalah menang adalah bonus,” ungkap Sugeng menyemangati semua peserta.
Sugeng menambahkan, di Honda DBL enggak hanya pe-main yang bertanding di la-pangan, tapi gengsi sekolah dipertaruhkan melalui kekom-pakan kerja seluruh elemen sekolah. Mulai tim basketnya, jurnalisnya, suporternya dan dancernya. (rin/man/ong)