ilustrasi
KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo benar-benar telah mantap mengambil konsekuensi pascapenerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Khususnya dalam sektor pendapatan pajak reklame rokok yang nilainya mencapai Rp 250 juta setiap tahunnya.Kabid Pendapatan dan Pajak Daerah Non-Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sunaryo men-jelaskan, total realisasi pajak reklame pada tahun 2014 mencapai Rp 549, 7 juta.Angka ini melampaui terget yang ditetapkan sebesar Rp 540,1 juta.
Namun dari capaian di semester pertama tahun 2014, pajak dari reklame rokok hampir separonya yakni Rp 260 juta. “Sementara di tahun 2015, pen-dapatan pajak reklame ditarget Rp 550 juta, dan kami harus merealisasikannya pemasukan dari reklame rokok,” jelasnya.
Sunaryo mengungkapkan, beberapa langkah yang akan ditempuh salah satunya lebih gencar menjalin kerja sama dengan advertising agensi. Khususnya untuk pemanfaatan ruangiklan bekas rokok yang hilang. “Space rokok itu biasanya berada di tempat yang sangat strategis, karena selama ini mereka memang berani membayar mahal untuk pemasangan iklan produknya. Jadi kami optimistis masih banyak yang minat dengan ruang bekas iklan rokok ini,” ungkapnya.
Kendati demikian, Sunaryo tidak menampik, jika pasca-penerapan Perda KTR, tepatnya sejak pertengahan tahun 2014 pajak reklame mengalami penurunan. Bahkan realisasi di tahun 2014 bisa melampaui target karena kebanyakan pajak reklame rokok untuk jangka waktu pemasangan satu tahun, semua sudah terpenuhi dengan sistem pembayaran di muka.”Pemasangan iklan rokok di tahun 2014 jangka waktunya kebanyakan satu tahun, batas waktunya sampai Desember 2014 dan sebagian habis di bulan Maret 2015.Setelah itu tentu semua harus dibongkar bersih. Kulon-progo tidak ada iklan rokok lagi,” terangnya.
Tidak bisa dipungkiri, iklan rokok selama ini mampu me-nyumbang45 persen pajak reklame di Kulonprogo. Tepatnya sejak semester II tahun 2014, Badan penanaman modal dan pelayanan terpadu (BPMT) sudah tidak memberikan izin lagi untuk reklame rokok sebagai tindak lanjut perda KTR.”Di Kulonprogo sedikitnya ada 220objek reklame, sebagian besar berupa papan reklame, dengan jenis dan ukuran yang berbeda-beda. Mereka yang sering menunghak membayar pajak mulai sekarang kita intensifkan, ini untuk mencapai target,” ucapnya. (tom/ila/ong)