Sebagai Rekanan yang Kerjakan Kerangka Pergola

JOGJA – Guna melengkapi ber-kas dugaan korupsi pengadaan pergola di Kota Jogja, tim penyi-dik Kejati DIJ memeriksa satu saksi lagi, yakni pemilik bengkel bernama Parno. Dia diperiksa sebagai saksi, karena terlibat dalam pengerjaan pergola.Aspidsus Kejati DIJ Azwar SH mengatakan, pemeriksaan ter-hadap saksi tambahan ini, ka-rena penyidik menemukan fakta baru, berupa kelebihan bayar oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) kepada rekanan.”Karena ketika memeriksa saksi dari inspektorat, ada temuan fakta baru, sehingga penyidik kembali memanggil saksi untuk kelengkapan berkas pemeriksaan tersangka,” kata Azwar kepada wartawan kemarin (19/1).
Saksi yang dimaksud adalah Parno, yakni pemilik bengkel. “Pemilik bengkel las ini kami ambil keterangannya, karena dia ikut mengerjakan kerangka pergola yang dipesan oleh ter-sangka Hd,” tandasnya.
Setelah memeriksa pemilik bengkel, pekan ini tim penyi-dik giliran fokus memeriksa para tersangka. Yakni, Kepala BLH Jogja Irfan Susilo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suryadi, dan seorang rekanan bernama Hendi. Penasihat Hukum tersangka Irfan Susilo, Krisna Harimurti SH menjamin kliennya akan kooperatif mengikuti proses hukum yang tengah berjalan. Kliennya akan membuka seluruh fakta mengenai pengadaan per-gola di depan majelis hakim nanti. “Prinsipnya klien kami siap mengikuti proses hukum. Semua akan kami buka di per-sidangan nanti,” kata Krisna.
Aktivis Jogja Corruptions Watch (JCW) Baharudin Kamba men-desak kepada kejati menelusuri kemungkinan adanya keterli-batan pihak lain. Berdasarkan informasi yang didapatkan JCW, ada oknum anggota DPRD Ko-ta Jogja periode lalu yang ikut campur tangan dalam proyek pengadaan pergola.”Penyidik harus menelisik, si apa sebenernya aktor intelektual penunjukan langsung tersebut,” kata Baharudin. (mar/jko/ong)