ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
KURANG KOMUNIKASI:Penolakan rencana perluasan tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) dari warga Deyangan ternyata didukung DPRD Kabupaten Magelang.
MUNGKID – Penolakan rencana perluasan tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) dari ratusan warga Deyangan mendapat du-kungan kalangan DPRD Kabupa-ten Magelang. Para wakil rakyat ini menilaiu, munculnya aksi pe-nolakan rencana perluasan karena Pemkab Magelang tidak melibat-kan warga saat musyawarah. Akhir-nya, muncul gerakan penolakan rencana perluasan TPSA di perba-tasan Desa Deyangan dan Pa suruhan Kecamatan Mertoyudan.
Ketua Komisi III DPRD Kabupa-ten Magelang Muhammad Sobikin mengatakan, protes warga muncul akibat masyarakat tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Magelang. Ia menilai, komunikasi yang dijalankan tak berjalan baik. “Padahal gangguan lingkungan adalah persoalan men-dasar Karena menyangkut kenyama-nan warga,” kritik Sobikin ke-marin (19/1).
Ia menilai, persoalan sampah perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam. Wakil Ketua DPRD Yogyo Susaptoyono menambahkan, ke depan pemkab harus mem-buat inovasi pengelolaan sampah. Sehingga keberadaannya bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Bukan menganggu dan tak ada keuntungannya.”Contohnya, pemkab bisa mela-kukan inovasi sampah untuk di-jadikan gas. Gas bisa dimanfaat-kan warga sekitar,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Mage-lang Sutarno mengaku, siap melakukan pendekatan dengan warga Desa Deyangan dan Pa-suruhan, terkait perluasan lahan TPSA. Ua berharap perluasan bisa terealisasi tahun ini.”Kami akan melakukan ko-munikasi dengan warga terdam-pak. Nanti, akan kami terjunkan tim ke sana,” janji Sutarno.
Menurut Sutarno, perluasan lahan dengan dana Rp 2 miliar dilakukan, karena kondisi TPSA saat ini tidak bisa lagi menam-pung sampah. Dalam sehari produksi sampah dari warga mencapai jutaan liter sampah.”Sudah overload, jadi harus diperluas,” katanya.
Dikatakan Sutarno, perluasan dilakukan dengan membeli beberapa bidang tanah milik warga setempat. Jumlah luasan lahan belum bisa ditentukan, karena menunggu peng hitungan tim appraisal.Selain menambah daya tam-pung sampah, perluasan untuk mengurangi dampak pence maran lingkungan. Karena kapasitasnya sudah penuh dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Dengan perluasan tersebut, ia berharap gangguan lingkungan semakin kecil. “Jangka panjangnya, kami akan mencari lokasi baru untuk TPSA,” katanya.
Sebelumnya, ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa me-nolak rencana Pemkab Magelang melakukan perluasan TPSA. Selama ini, keberadaan tempat sampah tersebut dinilai meng-ganggu. Baik dari kenyamanan dan kesehatan. (ady/hes/ong)