MAGELANG – Keinginan warga Kampung Jagoan Kelurahan Jurangombo Utara Kecamatan Magelang Selatan mendapat pasokan air dari PDAM setempat dengan lancar masih sebatas mimpi. Demo yang dilakukan ke Kantor PDAM Senin lalu (19/1) belum terlihat hasil. Bahkan, kemarin pagi (20/1), air tidak mengalir sama sekali. Ini tentunya membuat kerepotan tersendiri bagi ribuan orang di kampung tersebut.”Dari pagi sampai siang, air mengalir hanya beberapa menit. Kemudian mati, nyala lagi, mati lagi
Satu ember saja belum penuh. Mau nguras bak saja enggak berani,” kata Joko Mei Budi Utomo, 55, warga Kampung Jagoan, kemarin (20/1).Pria yang pernah menjabat ketua Komisi C DPRD Kota Magelang ini merasa PDAM hanya memberi janji. Tidak ada upaya sungguh-sungguh dari perusahaan daerah tersebut mewujudkan keinginan warga soal pasokan air yang lancar. Bahkan, pria yang akrab di sapa Mimok ini mengaku belum per-nah satupun petugas PDAM yang memperbaiki jaringan.”Tidak ada yang memperbaiki, keliling, atau pakai seragam PDAM datang ke sini. Semua masih sama dengan sebelumnya, masih macet,” kritiknya.
Mimok merasa penderitaan warga semakin bertambah. Ka-rena air yang keluar saat siang hari tidak maksimal. Seringkali air dari PDAM di Kampung Ja-goan tidak mengalir selama 24 jam penuh. Hanya sekitar 1-2 jam pada pagi, siang, dan ma-lam.”Parahnya lagi, saat waktunya harus keluar, yang datang hanya angin saja. Sehingga meteran PDAM terus berjalan. Ini yang membuat tagihan jadi bengkak bisa sampai ratusan ribu setiap bulan. Malah ada tetangga yang tagihan tiga bulan sampai Rp 6 juta. Padahal cuma angin, bukan air,” keluhnya.
Selama beberapa bulan terakhir ini, layanan air bersih PDAM Kota Magelang tidak me muaskan. Pelanggan mengeluh karena kran di rumah hanya keluarkan angin. Salah satu wilayah yang terkena imbas buruknya pelayanan PDAM ini adalah kawasan Magelang Selatan dan Magelang Utara. Masyarakat di dua lokasi tersebut merasakan betapa sulitnya untuk mencuci dan mandi.”Mengalirnya tidak penuh sampai dua ember. Terpaksa warga sini pakai tandon air di talang hujan untuk mencuci dan mandi. Sudah seperti zaman belum merdeka saja,” imbuh Mimok.
Sebelumnya, kekesalan warga Kampung Jagoan memuncak karena layanan PDAM tidak me-muaskan sejak tiga bulan lalu. Puluhan warga menggeruduk Kantor PDAM di Jalan Veteran Kota Magelang. Mereka me minta manajemen PDAM segera me-nuntaskan persoalan yang di-hadapi pelanggan PDAM.Warga mendesak PDAM ber-tanggung jawab dengan me-lakukan normalisasi dalam tempo paling lambat tiga hari. Lebih lagi, mereka mengakui selalu tertib membayar tagihan air setiap bulannya.
Direktur PDAM Kota Magelang Heri Wibowo berjanji me-nuntaskan persoalan ini sampai batas waktu besok (22/1). Ini diwujudkan dengan menan-datangani surat pernyataan ber-materai. Heri meneruskan, ken-dala mampetnya aliran air bersih dipicu berbagai hal. Yang paling signifikan, kerusakan pipa dan debit air dari sumber mata air yang turun. (dem/hes/ong)