SETIAKY/RADAR JOGJA
ERATKAN HUBUNGAN: Danlanud Adisutjipto Marsma Yadi I Sutanandika saat silaturahmi dengan media kemarin (20/1). Danlanud berbicara tentang wacana DIJ sebagai tujuan wisata dirgantara

Didukung Bandara Temon dan Landasan Pantai Depok

DIJ diwacanakan sebagai Aerosport Tourism Destination atau tujuan wisata dirgantara. Wacana itu mengemuka menyusul rencana pembangunan bandara internasional di Temon, Kulonprogo, dan landasan pesawat di kawasan Pantai Depok, Bantul. Dari persepsi Lanud Adisutjipto, ini akan saling mendukung untuk wisata dirgantara di DIJ.
ALI MUFID, Sleman
PIHAK terkait terus bekerja untuk me-realisasikan bandara internasional di Ku-lonprogo dan landasan pesawat di Pantai Depok. Di kawasan Depok ini nantinya akan dipergunakan untuk wisata dirgantara di DIJ. Start-nya diawali dari calon bandara di Kulonprogo, ke depan akan dibuatkan garis lurus ke Depok agar akses mudah.
Sadar akan potensi alam di wilayah DIJ, Lanud Adisutjipto Jogjakarta tengah me-matangkan rencana itu. Pihaknya menilai sarana olahraga dirgantara dan wisata dir-gantara di kawasan tersebut sangat strategis. Namun hal itu harus menunggu hasil reserch dari otoritas bandara wilayah timur yang men-jadi payung kawasan penerbangan di DIJ.Misalnya untuk calon bandara interna-sional di Temo nantinya memiliki 15 km radius dari ujung ke ujung landasan dengan ketinggian tertentu menggunakan sudut dua persen dari jarak landasan.
Sementra Depok difokuskan untuk olahraga dirgan-tara, sehingga tidak sebesar bandara inter-nasional.”Untuk air strip di Depok, karena akan di-gunakan olahraga dirgantara, itu maksimum ketinggian sampai 1.500 untuk jarak dari ujung ke ujung 1.500 meter sampai 3 km
Dari perhitungan itu, jarak antara calon bandara baru ke Depok 27 km,” kata Danlanud Marsma Yadi I Sutanandika da-lam acara Silaturahmi Komandan Lanud Adisutjipto beserta Coun-terpart dan Pers di DIJ kemarin (20/1).Untuk memuluskan wacana tersebut, pihaknya perlu ada interaksi dan diskusi. Di mana pada intinya membahas kese-lamatan penerbangan di wi-layah DIJ.
Meskipun dalam wa-cana ini, otoritas wilayah timur belum sepenuhnya mendukung rencana tersebut. “Otoritas wilayah timur positif. Ini tanggung jawab keselamatan penerbangan ya. Wajar, karena agar lebih teliti. Dalam konteks itu, pihak otoritas bandara pada prinsipnya memberikan masu-kan untuk hati-hati,” ujarnya.
Terkait rencana DIJ menjadi tujuan wisata dirgantara, hal itu juga telah dikomunikasikan dengan Gubernur DIJ HB X. Ke depannya setelah pembahasan secara umum termasuk aspek keselamatan penerbagan selesai, hasil itu juga akan dipaparkan kepada otoritas pemerintahan di wilayah DIJ.
Kemudian, terlepas dari ren-cana DIJ menjadi wisata dirgan-tara, sejauh ini penerbangan di Bandara Internasional Adisut-jipto berjalan baik. Perbedaannya hanya pada jadwal kedatangan. Itu pun tidak terlalu lama. Hal itu juga tidak keluar dari mandat penerbangan di Indonesia agar mengutamakan keselamatan penerbangan. (*/laz/ong)