JOGJA – Anggaran untuk opera-sional panti sosial di Kota Jogja yang terlambat hampir sebulan, dipastikan cair dalam waktu dekat. Kepastian itu disampaikan Ketua Tim Angga-ran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Jogja yang juga Sekretaris Kota Jogja Titik Sulastri kemarin (21/1).
Titik Sulastri mengatakan, belum cairnya anggaran untuk operasional panti sosial kemarin, karena perma-salahan teknis. Satuan Kerja Perang-kat Daerah (SKPD) yang membawahi tiga panti sosial, yakni Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Din-sosnakertrans) belum mengajukan pencairan anggaran.”Atas masalah ini, sudah langs-ung kami cek. Ternyata SKPD yang terkait belum memasukkan surat perintah pencairan dana (SP2D),” kata Titik.
Dia bisa memaklumi keterlamba-tan tersebut. Diperkirakan, keter-lambatan ini dikarenakan kesibukan pelaporan kegiatan akhir tahun oleh Dinsosnakertrans. “Sudah langsung kami perintahkan kepada kepala dinsosnakertrans untuk langsung mengajukan SP2D, agar anggaran bisa segera dicairkan,” tandasnya.
Titik menjamin, keterlambatan yang sedang terjadi, tidak mene-lantarkan warga binaan panti. “Yang penting warga panti tidak telantar, mungkin mereka masih punya persediaan makanan,” ungkapnya.
Terpisah Wali Kota Jogja Hary-adi Suyuti (HS) mengatakan tidak ada masalah dalam pencairan anggaran. HS menyebut hal ini hanya masalah waktu. Terlebih pihaknya juga sudah mengeluar-kan Perwal Penjabaran APBD 2015. “Hanya soal waktu saja,” katanya.
Meski demikian, HS meminta pihak-pihak terkait untuk terus memonitor kebutuhan di panti hari demi hari. Hal itu untuk men-jamin ketersediaan stok konsum-si bagi warga binaan panti. Mengenai surat yang akan dikirim-kan oleh Komisi D DPRD Kota Jogja, HS mengaku belum menerimanya. “Belum kami terima, tapi nanti juga akan kami jelaskan,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hingga menjelang akhir Januari ini, anggaran yang sudah ditetapkan da-lam APBD 2015, belum cair. Akibatnya, pengurus panti harus cari utangan untuk pembiayaan operasional. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Hadi Muhtar mengakui hal itu. Pihaknya juga sudah berko-ordinasi dengan Tim Anggaran Pe-merintah Daerah (TAPD) Kota Jogja dan dijanjikan akan cair pada minggu ketiga Januari ini.
Menurut dia, untuk mencukupi kebutuhan, teruatama soal makan, sementara ini pengurus panti harus utang dulu ke toko langganan. “Se-mentara ini, untuk mencukupi kebu-tuhan harus utang, nanti kalau ang-garan dari APBD sudah cair, segera dilunasi,” paparnya. (pra/jko/ong)