SLEMAN – Kapasitas Bandara Adisu tjipto Jogjakarta sudah tidak ideal lagi. Ada ke-cenderungan terminal bandara yang ber-lokasi di Maguwoharjo ini tak mampu lagi menampung jumlah penumpang. Kapasitas sebenarnya 1,2 juta orang per tahun, tapi sejak tahun kemarin harus menampung 5,6 juta orang.
General Manager PT Angkasa Pura I Ban-dara Adisudjipto Jogjakarta Andi G. Wirson mengatakan, kepadatan Bandara Adisutjipto sudah sangat luar biasa. “Bayangkan dengan kapasitas standar hanya 1,2 juta penumpang, namun kenyataannya jumlah penumpang tahun lalu hampir 6 juta,” katanya.
Diakuinya, untuk faktor keselamatan dan keamanan, sudah tidak ada masalah, ka-rena ada stadardnya. Tapi untuk aspek kenyamanan penumpang, menjadi per-soalan yang sebenarnya harus dipecahkan.”Kalau faktor ke keamanan dan kese-lamatan itu wajib dan harus diutamakan. Tapi persoalannya tentang kenyamanan penumpang,” tandasnya.
Kondisi area bandara ini diprediksi akan terus diikuti dengan melonjaknya jumlah penumpang. Jumlah penumpang yang datang dihitung dengan luasan terminal, itu yang menjadi pertimbangan mengapa kondisi ini harus diatasi. “Sebab, setiap tahunnya, jumlah penumpang tidak mung-kin mengalami penurunan,” ucapnya.
Selain persoalan kapasitas penumpang, perizinan penerbangan melalui Bandara Internasional Adisutjipto sudah berjalan sesuai prosedur. PT Angkasa Pura mene-gaskan, tim telah bekerja dengan baik terkait perizinan penerbangan.”Maskapai meminta izin kepada kami, kemudian kami ada tim terdiri dari Lanud, Lembaga Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPNPI) dan bandara,” jelasnya.
Karena bandara ini memiliki area yang tidak terlalu luas, maskapai hanya diba-tasi tujuh pesawat dalam kurun waktu satu jam. Dari pesawat datang hingga lepas landas diberi waktu 30 sampai 40 menit. “Pada prinsipnya, ada miss sedikit saja bisa langsung kita monitor dan diatasi,” ujarnya. (fid/laz/ong)