Piky Puspitasari
JOGJA – Meninggal-nya mahasiswi Jurusan Fisika, Fakultas MIPA UGM, Piky Puspitasari, usai mengikuti pendidikan dasar (Dik-sar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di bumi perkemahan Ba-barsari, Sleman, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, dan rekan-rekannya di kampus. Piky yang sempat dilarikan ke rumah sakit, sempat tak sadarkan diri hingga harus mendapat perawatan medis
Komandan Menwa UGM Aji Herlambang saat dikonfirmasi Radar Jogja menuturkan, ke-giatan Menwa UGM tetap men-gutamakan SOP (Standard Operating Procedure) yang sudah ada. Termasuk, seluruh peserta sebelum mengikuti kegiatan diharuskan mengisi semacam formulir, di mana salah satu poinnya tentang riwayat penyakit. Sehingga, panitia bisa selektif dalam memberikan kegiatan kepada peserta.”Pada prinsipnya, kita menja-lankan kegiatan Menwa ini berpegang pada SOP yang ada,” kata Aji kemarin (21/1).
Meski tak menjelaskan secara rinci, ia menuturkan sebelum mengikuti kegiatan yang disusun panitia, Piky menuliskan riwayat pernah operasi gigi rahang sebelah kiri. Hal itu pun sudah ditegaskan ke yang bersangkutan dan Piky tetap bersikeras bias mengikuti kegiatan itu.
Kemudian pihaknya juga me-negaskan bahwa selama kegia-tan Menwa, setiap peserta sel-alu mendapat pendampingan langsung oleh panitia. Hal itu untuk memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa terhadap pe-serta yang terlibat dalam kegia-tan Menwa UGM.”Kami perlakukan seluruh pe-serta sesuai SOP. Termasuk pen-dampingan ke semua peserta Menwa,” tegasnya.
Piky yang angkatan 2014 ini mengikuti ke-giatan Menwa sejak Minggu (18/1). Selama mengikuti kegiatan itu, ia sempat mengalami pingsan dua kali. Namun kondisi tersebut langsung ditangani oleh panitia untuk memastikan kesehatannya baik-baik saja.”Ya, memang sempat pingsan. Itu terjadi sebelum kegiatan pemanasan sekitar pukul 14.30,” kata Erwin Riska, salah seorang panitia kegiatan.
Dalam kegiatan itu memang terdapat latihan fisik seperti push up dan shit up. Diduga kuat Piky meninggal karena kelelahan. (fid/laz/ong)