BAHANA/RADAR JOGJA
BERBINTANG: Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta menyerahkan sertifikat hotel berbintang dari Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Rabu (21/1).
Sebanyak lima hotel di Jogjakarta menda-patkan sertifikat hotel berbintang dari Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Rabu (21/1). Pemberian sertifikasi tersebut se-bagai usaha mendukung pening-katan pengelolaan kualitas pari-wisata terutama disektor pelayanan perhotelan.Kelima hotel yang menerima ser-tifikasi adalah Santika Premiere dan Grand Quality untuk kategori bin-tang empat. Kemudian Dafam Hotel dan Fortuna serta Hotel Brongto untuk kategori bintang tiga. Terakhir adalah Midtown Xpress dengan kategori bintang dua.
Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia Hairul-lah Gazali mengatakan, sertifi-kasi diserahkan setelah melalui dua tahapan yakni verifikasi dan audit lapangan. Beberapa aspek yang dinilai terkait produk, peng-elolaan, dan layanan. “Persyaratan dasar yang paling penting aspek layanan sehat, layak fungsi bangunan serta tanda daftar usaha di dinas pariwisata,” kata Hairullah kepada wartawan usai acara penyerahan sertifikasi di Ho-tel Midtown Xpress, kemarin (21/1)
Sejauh ini, jelasnya, pihaknya telah mengeluarkan sertifikasi pada 12 hotel. Masih ada bebera-pa hotel lain yang tengah proses pendaftaran dan pemenuhan per-syaratan. Menurut Hairullah, un-tuk di DIJ, pengajuan sertifikasi didominasi oleh hotel bintang tiga. Sebab untuk hotel dikelas tersebut cukup fleksibel dan bisa dimanfaatkan oleh masya-rakat dari berbagai kalangan. “Dari segi harga fleksibel serta fasilitas relatif simpel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta menga takan, adanya sertifikasi itu akan menambah keyakinan dalam pelayanan kepada tamu. Karena kualitas pelayanannya sudah terstandardisasi. “Jangan sampai, setelah serti-fikasi diterima, pelayanannya justru menurun. Harus ada ben-tuk monitor terhadap sertifi-kasi itu,” kata Aris
Dia mengatakan, pemerintah dalam hal ini berharap kebera-daan hotel tersertifikasi bisa membawa manfaat lebih luas dalam memperkenalkan desti-nasi wisata di DIJ. Hal itu sangat diperlukan mengingat karakter wilayah yang lebih banyak ber-gantung dari sektor pariwisata.Aris juga menyoroti masalah ketertiban dan kerapian lingku-ngan di sekitar hotel. Semisal, area perparkiran yang seharus-nya bisa lebih rapi sehingga wisatawan yang berkunjung merasa nyaman. (bhn/ila/ong)