JOGJA – Delapan tim basket bakal membuka kemeriahan gelaran Honda DBL D.I Jogjakarta 2015 Series yang berlangsung di GOR UNY hari ini (23/1). Duel-duel di opening party sore ini dijamin seru. Masing-masing tim menjanjikan penampilan terbaiknya
Seru dan Panas! Bahkan “suhu” panas sudah terasa sejak bebe-rapa hari terakhir pascadrawing Sabtu (17/1) pekan lalu. Sejak itu, masing-masing tim sudah langsung menghitung kekuatan lawan dan peluang menang. Adu gengsi antarsekolah jelas akan lebih memanaskah area per-tandingan.
Di hari pertama kompetisi yang dimulai pukul 14.30 WIB, akan saling berhadapan SMAN 10 Jogja versus SMAN 1 Kasihan; SMAN 6 Jogja versus SMA Muh 1 Jogja; SMAN 2 Jogja versus SMAN 11 Jogja, dan SMAN 1 Bantul versus SMAN 3 Jogja. Pada partai pembuka antara SMAN 10 Jogjakarta versus SMAN 1 Kasihan akan berlangsung panas. Kapten Tim SMAN 1 Kasihan Andi Muhammad Al-fayed menegaskan, meski timnya harus masuk dalam Group A bersama dengan tim mantan juara, dia tak gentar meng-hadapinya.”Kami sudah menunggu waktu untuk segera bertanding. Dan besok (hari ini), kami harus bertanding sebagai pembuka, kami sudah siap untuk itu,” katanya.
Baginya kalau sudah masuk dalam kompetisi, tak ada boleh kata takut. Yang ada hanyalah siap dan siap bertanding, meski dalam grupnya ada tim mantan juara. “Kami memang berada di grup yang lumayan berat, ka-rena berada satu grup dengan juara tahun lalu. Tapi apapun hasilnya, kami sudah berlatih serius dan siap bermain mak-simal,” tandas Andi, panggilan akrab Andi Muhammad Al-fayed.
Menurutnya, tampil di pertan-dingan perdana, merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tantangan. “Fokus ke defense dan offense saja, dan tentunya tidak meremehkan lawan,” ujar Andi.
Kubu lawan, Tirto julukan SMAN 1 Kasihan juga sudah menyiap-kan amunisinya. Tirto memiliki target sama, yaitu dapat lolos penyisihan grup setelah sekian lama harus tertahan untuk masuk ke babak play off. Selain menjadi laga penentu perjalanan untuk lolos pe nyisihan grup, beberapa tim juga men-jadikan pertandingan ini men-jadi sarana untuk mengukur kualitas pemain.
Salah satunya pelatih Tirto Gilang Ramadhan yang terhitung baru sekitar empat bulan diberi kesempatan untuk melatih skuad timnya. “Saya baru bertemu mereka sekitar empat bulan yang lalu, dan saya langsung tancap gas untuk push mereka semaksimal mungkin,” kata-nya.
Perkembangan anak asuhnya pun diakui cukup pesa. Meski melihat perkembangan anak didiknya yang begitu cepat, namun Gilang memasang target yang tidak membebani skuad-nya. “Bisa main dengan team work yang solid dan ini adalah ajang untuk saya lebih meng-godok mereka dengan permai-nan yang nyata,” tandasnya. (pur/dya/jko/ong)