DWI AGUS/RADAR JOGJA
INDONESIA RAYA: Opening party Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2015 di GOR UNY kemarin (23/1). Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti hadir dalam pembukaan ini.
JOGJA – Honda DBL 2015 mulai bergulir kemarin (23/1) di GOR UNY, Jogja. Men-jadi kota pertama digelarnya ajang Honda DBL 2015, membuat Jogjakarta semakin isti-mewa. Delapan tim ber-tarung panas di hadapan ribuan penonton yang hadir.Gelaran Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2015 memang menyita per-hatian banyak orang. Bukan hanya dari 48 tim sekolah yang berkompetisi, namun juga masyarakat, pecinta basket, hingga orang nomor satu di kota ini, Haryadi Suyuti\
“Saya mengikuti dari awal se-kali, dan semuanya bagus. Mu-lai dari peserta, maupun penyel-enggara, sangat bagus. Sehing-ga cuma bisa saya katakan, tolong dipertahankan, dipertahankan, dan dipertahankan,” ujar Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) di sela acara opening ceremony, Jumat (23/1).
Menurutnya, ini merupakan salah satu ajang menanamkan jiwa sportivitas bagi anak-anak muda. Selain itu, sebagai wadah bertumbuhnya bibit-bibit baru atlet, khususnya basket.Wali kota berharap, gelaran ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kembali. Meng-ingat, animo sekolah dalam memberikan pendampingan, dan dukungan terhadap gelaran ini semakin tumbuh besar.”Tahun lalu, 28 sekolah, seka-rang jadi 32. Itu kan pertumbu-han yang pesat. Jelas sangat bagus, dan pantas untuk diapre-siasi. Dijaga terus silaturahminya, tetap mempertahankan dan meningkatkan,” tandasnya.
General Manager DBL Indo-nesia Masany Audri Gultom mengatakan, sebagai kota pem-buka gelaran Honda DBL 2015, membuat kota ini (Jogja) sema-kin istimewa. Bukan hanya dari 48 tim yang akan berlaga, juga dukungan sekolah, pecinta bas-ket, dan masyarakat yang me-luangkan waktu dan datang langsung menonton.”Tentunya, kami berharap para pemain dan tim dapat menunjukkan keistimewaannya, dengan menjaga sportivitas, dan memberikan penampilan yang maksimal,” ujar Masany.
Pada opening party kemarin, berlangsung meriah dengan hadirnya 32 delegasi dance me-wakili masing-masing sekolah yang bertanding. Penampilan atraktif dan kompak dari 32 de-legasi sekolah ini menunjukkan kesatuan dan keberagaman.Di hari pertama kompetisi, SMAN 10 Jogja versus SMAN 1 Kasihan membuka pertandingan. Kemudian dilanjutkan tim cewek dari SMAN 6 Jogjakarta versus SMA Muh 1 Jogja; tim putri SMAN 2 Jogja versus SMAN 11 Jogja, dan ditutup pertandingan tim cowok SMAN 1 Bantul versus SMAN 3 Jogja. (dya/jko/ong)