GUNAWAN/RADAR JOGJA
MASIH ADA: Salah seorang pengunjung menunjukkan botol minuman beralkohol yang masih terpajang di etalase minimarket di Jalan Brigjen Katamso Wonosari, kemarin (23/1).
GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunung-kidul melalui Dinas Perindustrian, Per-dagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mengancam membekukan izin usaha minimarket jika masih nekat menjual minuman beralkohol. Langkah tersebut menindaklanjuti munculnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no-mor 43/M-/PER/1/2015 tentang Pengen-dalian dan Pengawasan terhadap Peng-adaan, Peredaran, dan Penjualan Minu-man Beralkohol. “Dengan adanya aturan baru yang dikeluarkan Mendag, mini-market tidak diperbolehkan menjual minuman beralkohol (mihol) golongan A,” kata Kepala Disperindagkop ESDM Gunungkidul Hidayat, kemarin (23/1).
Untuk diketahui, golongan A (berkadar alkohol 1-5 persen), golongan B (5-20 persen), serta golongan C (20-45 persen). Itu artinya golongan A seperti, bir-bir sudah tidak boleh dijual di minimarket.Dulu, sempat ada Permendag 20/M-DAG/PER/4/2014 yang melarang pen-jualan miras di minimarket dekat dengan permukiman, tempat ibadah, terminal, stasiun, rumah sakit, gelanggang remaja, serta sekolah. Sekarang aturan baru ha-nya boleh dijual di supermarket dan hipermarket.”Meski peraturan tersebut belum disahkan, namun kami sudah mulai melakukan penyisiran disejumlah mi-nimarket,” ujarnya.
Dari hasil kroscek, Hidayat tidak me-nampik bahwa minimarket di wilayah-nya memang menjual minuman keras (miras) golongan A. Meski enggan menyebut ada berapa minimarket yang sudah diobok-obok, namunpihaknya memastikan peraturan baru sudah tersosialisasi. “Mereka yang keda-patan memperdagangkan mihol, langsung kita tegur secara lisan,” terangnya.
Menurutnya, teguran lisan sifatnya hanya sementara. Jika nanti dalam perkembangan masih nekat menjual miras, pemkab siap bertindak dengan tegas. Namun Hidayat meyakini, pemilik usaha minimarket tentu akan berpikir ulang untuk tetap men-jajakan minuman memabukkan tersebut. Untung tidak seberapa, namun bisa be-rurusan dengan hukum.”Jika peringatan lisan tidak digubris, kami beri teguran pertama, kedua dan ketiga. Namun kalau masih nekat jualan dan sudah tidak bisa diingatkan lagi, izin usaha me-reka akan kami bekukan,” tegasnya.
Dia mengklaim, monitoring yang sudah dilakukan telah dipatuhi oleh pemilik usaha minimarket. Semula menjual mihol, namun sekarang sudah ditarik dari eta-lase. Itu artinya Permendag tentang mihol sudah dipatuhi. “Tolong tunjukkan kalau masih ada minimarket menjual mihol, nanti kita tindaklanjuti,” ungkapnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan kemarin masih terdapat minimarket menjual mihol seperti minuman jenis bir golongan A. Minimarket di Jalan Bri-gjen Katamso Wonosari itu lokasinya tidak jauh dari rumah ibadah.Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PKS Ari Siswanto mendukung penuh larangan penjualan miras di mi-nimarket. Menurutnya, selama ini sudah cukup banyak kasus miras menelan korban jiwa. “Jika sudah ada aturan seperti ini, hendaknya pemerintah menjalankan dengan baik,” kata Ari. (gun/ila/ong)