ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SUDAH LANCAR: Jalan Magelang-Boyolali sempat putus dan ditutup dari pukul 19.00 sampai jam 00.00. Kini, jalan sudah lancar. Hanya, pengguna harus waspada saat lewat jalur itu.
MUNGKID – Arus lalu lintas kendaraan yang melintasi jalur Magelang-Boyolali melalui Desa Keteb, Sawangan harus tersendat. Ini menyusul ben-cana tanah longsor yang menerjang jalur perbatasan antarkabupaten pada Kamis malam (22/1).Setidaknya, ada tujuh titik material longsoran yang menutupi jalur menuju wisata Gardu Pandang Keteb Pass tersebut.
Kejadian ini bermula ketika hujan yang mengguyur wilayah lereng Merbabu sejak siang hari. Jalan yang dikelilingi per-bukitan itu ditumpuki material longsoran tanah dan pepohonan. Jalur Magelang-Boyolali sempat ditutup sekitar lima jam.”Hujan yang terus meng-guyur tanpa reda di wilayah Keteb mengakibatkan ben-cana tanah longsor. Jalan Magelang-Boyolali sempat putus dan ditutup dari pukul 19.00 sampai jam 00.00,” kata Edi, salah satu warga setempat kemarin (23/1).
Untuk memperlancar arus lalu lintas, warga membuka jalur secara gotong royong. Se-tidaknya, tujuh titik longsoran itu tersebar dari Gardu Pandang Keteb Pass sampai wilayah Selo di perbatasan Magelang-Boyolali. Material yang me nutupi jalan dengan ketebalan ber-variasi. Mulai dari lebar empat meter dan ketinggian dua me-ter.
Sementara jalur dari Ke-camatan Sawangan atau Ketep Pass menuju Boyolali sempat dialihkan melalui jalur Sengi, Kecamatan Dukun.Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Ben-cana Daerah (BPBD) Kabu paten Magelang Didik Wahyu Nugro-ho menyatakan, material tanah sempat menutupi jalur ken-daraan roda empat. Warga men-coba menyingkirkan material longsoran bersama relawan dan TNI. (ady/hes/ong)