JOGJA – Layanan bus Transjogja yang se-lama ini terkesan asal-asalan tahun depan bakal berganti wajah. Tahun 2016 menda-tang, 74 bus yang selama ini beroperasi akan diganti dengan 167 bus baru.Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan In formasi (Dishubkominfo) DIJ Budi Antono me ngatakan, kewajiban menyiapkan 167 bus baru ini menjadi salah satu poin bagi pemenang le lang operator transportasi masal itu. “Ini menjadi klausul kontrak pemenang lelang,” ujar Anton, panggilan akrab Budi Antono kemarin.
Dikatakan, penggunaan bus baru Transjogja ini sebagai bentuk layanan yang prima bagi masyarakat. Se-suai dengan sistem buy the service. “Penga-daan bus-nya ya pemenang lelangnya. Tidak menggunakan APBD,” tandasnya.Sebenarnya, demi mendukung layanan prima kepada masyarakat, operator Transjog-ja berkewajiban untuk mengganti bus setiap lima tahun sekali. Ini yang akan diberlaku-kan untuk pemenang lelang nantinya.Makanya, durasi kontrak operator Transjog-ja dengan Pemprov DIJ pun hanya berlangs-ung selama lima tahun. Kemudian pemprov kembali melelangkan operator Transjogja untuk mendapatkan operator baru
Karena durasi kontrak lima tahun, otomatis biaya operasio-nal kendaraan (BOK) Transjog-ja pun selama lima tahun. Ber-dasarkan perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIJ, BOK se-lama lima tahun ini membutu-hkan biaya sekitar Rp 500 miliar.”Itu untuk BOK 167 bus,” tambah Kepala Bidang Sarana dan Pra-sarana Bappeda DIJ Ni Made Dwi Panti Indrayanti.
Anggaran itu terlalu besar untuk dibiayai APBD 2015. Bahkan, ia mengaku tak mungkin harus mengalihkan ang-garan senilai Rp 500 miliar itu di APBD Perubahan. “Baru bisa di-siapkan tahun 2016,” jelasnya.Pengadaan jasa dengan sistem tahun jamak ini memang baru pertama kali di DIJ. Bahkan un-tuk level pemerintah daerah, baru pertama kali dilakukan. “Ini menjadi pelajaran penting. Ka-rena belum pernah ada pemda yang melakukan,” tuturnya.
Karena pembiayaan Transjog-ja tak bisa dianggarkan tahun 2015 ini, memantik reaksi dari Pansus Transjogja. Wakil Ketua Pansus Sukamto sempat mem-pertanyakan kesiapan pemprov. Menurutnya, pemprov tutup mata atas layanan Transjogja dengan operator PT Jogja Tugu Trans (JTT) selama ini. “Berar-ti kalau tidak ada anggarannya, tidak siap dilelang tahun ini. Lalu, siapa yang salah?” sentil Sukamto. (eri/laz/ong)