JOGJA – Ancaman penghapusan low cost carrier (LLC) pada mas-kapai penerbangan tidak mem-buat target kunjungan wisatawan diturunkan. Keyakinan ini di-tunjukkan Dinas Pariwisata DIJ.Institusi pemda DIJ ini menar-getkan kunjungan wisata ke DIJ tetap meningkat tahun ini.
Me-reka yakin, kebijakan Kemente-rian Perhubungan mengeluarkan aturan batas bawah sebesar 40 persen dari batas atas tidak mem-pengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Jogjakarta.Kepala Dinas Pariwisata Aris Riyanta mengatakan, peniadaan LCC tidak banyak mempengaruhi kunjungan wisatwan ke DIJ. Kun-jungan wisatwan ke Jogjakarta melalui jalur udara selama ini sudah tersegmen dan bukan be-rasal dari kalangan pemburu tiket promo.”Kami tetap menargetkan ada peningkatan kunjungan wisatwan ke DIJ sebesar 10-15 persen tahun ini,” tegas Aris pekan lalu (23/1).
Aris meneruskan, pada 2014, kunjungan wisatawan sampai September mencapai 2,4 juta untuk wisatawan domestik. Pa-dahal, targetnya 2,2 juta. Sedang-kan wisatwan mancanegara men-capai 1,8 juta orang. Menurut Aris, angka tersebut masih didasarkan pada wisatawan yang menginap di hotel. Sedang-kan pada Desember 2014, terjadi lonjakan kunjungan wisatawan ke DIJ. “Untuk jumlahnya belum diketahui,” jelasnya.
Untuk tahun ini, target kun-jungan wisatawan ditargetkan mencapai 2,6 juta kunjungan wi-satawan domestik. Sedangkan wisatawan mancanegara ditarget-kan mencapai 2,25 juta orang.Ditambahkan Aris, DIJ memi-liki pangsa wisata tersendiri pada bulan-bulan tertentu. Seperti pada saat liburan sekolah pada Juni hingga Agustus, biasanya Jogjakarta dibanjiri wisatawan dari kalangan pelajar dan maha-siswa. Sedangkan pada liburan hari besar dan akhir tahun, di-banjiri kalangan keluarga.”Jadi niat mereka ke Jogjakarta untuk berlibur dan menghabiskan waktu liburnya di Jogjakarta,” tegasnya.
Meski batas bawah 40 persen dari batas atas diterapkan di seluruh maskapai, Aris tetap ya-kin kunjungan wisatawan ke Jog-jakarta tetap tinggi. Apalagi, me-reka yang gemar liburan meng-gunakan transportasi udara memiliki keinginan membeli tiket untuk berlibur.Sebelumnya, Ketua Perhimpu-nan Hotel dan Restoran Indone-sia (PHRI) DPD DIJ Istidjab M, Danunagoro justru menilai pe-nerapan 40 persen batas bawah bisa mengurangi kunjungan wi-sata ke DIJ. Kunjungan wisatawan menggunakan tiket promo mem-berikan kontribusi sekitar 5 – 10 persen.”Jika okupansi sepi, yang bisa menolong adanya tiket-tiket pro-mosi,” ungkapnya. (bhn/hes/ong)