HERU PRATOMO/RADAR JOGJA
LANGKA: Ibu-ibu warga Rejowinangun, Kotagede, saat menggoreng aneka keripik dari 272 jenis daun dan buah. Karena langkanya ini, mereka mendapatkan rekor MURI.

Mulai Daun Durian, Nangka, Kunyit, hingga Kopi

Jika biasanya masyarakat disuguhi keripik dari daun bayam, di Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Jogja, terdapat olahan keripik dari berbagai macam daun. Museum Rekor Indonesia (MURI) pun menobatkan Kelurahan Rejowinangun sebagai pemegang rekor pembuatan keripik dari daun dan buah terbanyak di Indonesia.
HERU PRATOMO, Jogja
ARAKARAKAN peserta pawai yang di-awali oleh sekolompok orang edan-edanan mengawali prosesi peresmian kantor baru Kelurahan Rejowinangun, di Jalan Nyi Adisari, Kotagede, Sabtu (24/1). Pesta ra-kyat digelar dalam peresmian kantor kelu-rahan yang berada di dekat Gembira Loka Zoo ini. Salah satu yang digelar adalah pem-buatan keripik terbanyak dari berbagai macam daun. Total 272 jenis daun dan buah yang dijadikan keripik.
Jika biasanya keripik terbuat dari daun bayam atau singkong, di Rejowinangun terdapat keripik yang terbuat dari daun yang tidak lazim. Sebut saja seperti daun durian, nangka, kunyit atau daun kopi. Meskipun begitu, untuk standar kesehatannya sudah diuji. Bahan-bahannya pun diambil dari wilayah Rejowinangun sendiri, yang memi-liki kampung wisata agroedukasi, yang ter-dapat kampung sayur dan kampung flori.
Lurah Rejowinangun Retnaningtyas meng-ungkapkan, meski awalnya hanya terpusat di kampung Pilahan saja, saat ini beberapa kampung di Rejowinangun juga sudah mu-lai ikut. Keterbatasan lahan pun bisa di akali dengan memanfaatkan polibag. Tidak cu-kup dengan kampung wisata agroedukasi, pihaknya juga ingin memaksimalkan po-tensi yang ada. “Karena itu dalam peresmian kantor kelu-rahan baru ini, kami coba membuat keripik dengan varietas daun terbanyak, yang bisa diambil dari wilayah sendiri,” ujarnya
Menurut Retna, kampung wi-sata agroedukasi ini merupakan salah satu kekhasan yang dimi-liki Rejowinangun. Kelompok tani di Pilahan sendiri juga sudah lama terbentuk. Pihaknya berha-rap dengan olahan berbagai ma-cam keripik ini bisa meningkatkan ekonomi kreatif di wilayahnya. Selain sebagai tempat belajar, masyarakat juga bisa membeli berbagai olahan keripik daun dan buah di Rejowinangun. “Ha-rapan ke depan ikut menggerak-kan ekonomi dan kesejahteraan warga, olahan keripik ini bisa dipasarkan lebih luas,” terangnya.
Retna juga mengharapkan dengan kegiatan ini kampung wisata agro-edukasi bisa makin dikenal ma-syarakat. Selain itu keberhasilan mengembangkan tanaman sayur dan buah ini bisa menarik minat masyarakat lainnya untuk ikut serta. “Makin banyak yang minat, makin baik,” tuturnya.
Perwakilan MURI Sri Widayan-ti juga mengharapkan dengan pemberian rekor ke-6.805 ten-tang pembuatan keripik dari daun dan buah terbanyak di Indonesia, bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. Pihaknya juga berharap tidak hanya berhenti dalam pembua-tan keripik dari 272 jenis daun dan buah saja, tapi bisa men-cari daun lain. “Kami sangat mengapresiasi karena sebelum-nya belum pernah ada pemeca-han rekor serupa,” ujarnya.
Widayanti yang juga sempat mencicipi olahan keripik ini mengaku kaget, terlebih bebe-rapa daun yang digunakan ter-masuk tidak lazim dan masih asing. Ketika ditanya rasanya, dia mengaku pada awalnya ra-sanya aneh, karena baru per-tama mencoba. “Rekor ini ha-rapanya bisa memacu masyara-kat untuk lebih kreatif,” terang-nya. (*/laz/ong)