JOGJA – Diduga bermotif balas dendam, Muhammad Murjoko, 25, warga Gedongtengen, Jogja, dan Harmono, 26, warga Ngestiharjo, Bantul, menjadi korban penganiayaan sekaligus penembakan sekelompok orang tak dikenal saat berada di rumah temannya. Insiden ini terjadi di Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Jogja, Minggu (25/1).
Informasi yang dihimpun, saat kedua korban berada di rumah temannya, tiba-tiba sekelompok orang tak dikenal yang membawa pedang dan pistol jenis airsoft gun melakukan penganiayaan. Bahkan salah seorang pelaku sempat mengeluarkan tembakan hingga peluru berbentuk bulat berceceran di lokasi itu. Setelah menganiaya, pelaku langsung melarikan diri.
Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat. Berdasarkan laporan ini, tim buser Polresta Jogja segera melakukan pengejaran terhadap sekelompok pelaku tadi. Akhirnya, mereka berhasil diringkus saat tengah bersembunyi di sebuah rumah di wilayah Bantul.
Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Dodo Endro Kusuma mengatakan, pihaknya berhasil membekuk lima orang. Mereka adalah Nc, 26, warga Gowongan, Jetis; Rt, 24, warga Gedongtengen; Hg, 22, warga Pakuncen, Wirobrajan; Fp, 29, warga Bumijo, Jetis dan Iy, 22, warga Bumijo, Jetis.
“Kelima pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Satu orang pelaku masih buron dan dalam pengejaran petugas di lapangan,” kata Dodo kemarin (26/1).
Dodo menambahkan, insiden bermula saat kedua korban berada di rumah Rifky Firmansyah, 24, sekitar pukul 21.30. Tiba-tiba para pelaku mengendarai sepeda motor mendatangi rumah itu. Kedua korban lalu mengajak pemilik rumah untuk pergi keluar.
Saat bersamaan, Harmono keluar rumah tanpa diduga langsung dianiaya para pelaku memakai tangan kosong. Dia juga menerima sabetan pedang di bagian punggung. Tak hanya itu, salah satu pelaku juga menembakkan senjata jenis airsoft gun ke kaki korban lainnya, Murjoko, yang berniat melerai.
“Dari TKP, kami menyita barang bukti sebilah pedang sepanjang 60 centimeter, dan sembilan butir gotri hasil tembakan airsoft gun,” jelas Dodo.
Dari pemeriksaan awal, motif kejadian akibat rasa saling dendam. Sebelumnya antara pemilik rumah, korban, dan pelaku saling kenal. Lalu saat menjalankan aksinya itu, pelaku yang rata-rata berprofesi sebagai tukang parkir ini di bawah kendali minuman keras.
“Kami masih mendalami kasus ini. Termasuk senjata airsoft gun belum bisa disita karena dibawa satu pelaku yang masih buron. Dia juga selaku eksekutor penembakan,” ungkap Dodo. (fid/laz)