WONOSARI –KPU Kabupaten Gunungkidul merencanakan pendaftaran bakal calon (balon) bupati mulai bulan depan. Sejumlah figur pun sudah pasang kuda-kuda. Salah satunya Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Budi Utama.
Bahkan, kabarnya, Budi Utama harus melego rumah lantai dua miliknya yang ada di Jogjakarta untuk tambahan modal menuju Gunungkidul 1. Penjualan rumah tersebut, ditawarkan melalui media sosial.
Ketika dikonfirmasi apakah penjualan aset rumah tersebut untuk kepentingan ongkos maju menjadi GK 1 (bupati), mantan Ketua DPRD Gunungkidul periode 2010-2014 ini buru-buru membantah. “Wah, bisnis tidak ada hubungannya dengan pilkada,” kata Budi Utama kepada Radar Jogja.
Dia menjelaskan, ‎​promosi iklan melalui media sosial sangat penting untuk menunjang bisnisnya. Ia mengaku, setelah tidak menjadi ketua DPRD Gunungkidul, dia kembali ke habitat wiraswasta, di antaranya bisnis di bidang properti. “Saya memang masuk ke bisnis properti,” ungkapnya.
Untuk itu, Budi sengaja pasang status di layanan status BB miliknya supaya usaha jual beli moncer, dan cepat mendapat respons dari kolega.
Untuk diketahui, bunyi tulisan dalam status BB Budi tertulis, “Ruko 2 lantai, luas 100an m, pinggir ringroad selatan jogja”. “Jangan dihubung-hubungkan (melego rumah dengan pilkada),” ucapnya.
Menurutnya, parpol berlogo moncong putih yang dia pimpin telah melakukan penjaringan balon bupati. Sedikitnya sudah ada sejumlah nama yang siap berkompetsisi. Selain dia, ada nama lain balon bupati dari PDIP. Salah satunya Jangkung Sudjarwadi. Kemudian di posisi wakil ada nama Ali Ridho, pejabat aktif di lingkungan dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora). “Kami lihat perkembangan, tapi saya berharap KIH tetap bisa berlanjut dalam pilkada nanti,” ujarnya ketika menjawab arah politik koalisi.
Di bagian lain KPU Kabupaten Gunungkidul mulai gerak cepat melakukan persiapan pilkad. Salah satunya terkait pencairan anggaran. Ketua KPU Gunungkidul M Zainuri Ikhsan mengatakan, ongkos pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan bupati sekitar Rp 22 miliar. Dana tersebut diambil dari APBD Gunungkidul tahun anggaran 2015.”Untuk persiapan internal, kami akan segera melakukan pencairan anggaran,” kata M Zainuri Ikhsan.
Dia menjelasakan, anggaran sebesar itu tidak digelontorkan sekaligus, namun melalui tiga tahapan. Meskipun belum bisa merinci seberapa besar pembagian anggaran dalam setiap tahapan, biaya tersebut pada tahap awal untuk sosialisasi. “Jadi, nanti anggaran dicairkan per triwulan,” terangnya.
Menurut Zainuri Ikhsan, jika UU No 22/ 2014 tidak ada revisi, baik terbatas maupun tidak, pada Februari tahun ini sudah mulai tahapan pemilu. Dengan demikian, sosialisasi, pendaftaran bakal calon maupun pemutakhiran data pemilih bisa segera dilakukan. “Pada 26 Februari bisa dimulai pendaftaran bakal calon (balon) bupati,” bebernya.(gun/din)