GUNAWAN/RADAR JOGJA
DICEK:Petugas Disbudpar Gunungkidul mengukur fosil temuan warga Ngringin, Bejiharjo, Karangmojo, belum lama ini.

Jika Nilai Historis Tinggi, Dapat Hadiah

Jejak manusia purba di Gunungkidul terus terkuak. Itu menyusul banyaknya temuan penduduk terhadap peninggalan zaman prasejarah tersebut. Bagaimana warga berburu fosil di sana?
GUNAWAN, Gunungkidul
BEGITU mendengar kabar penemuan fosil, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul langsung merapat ke Pedukuhan Sokoliman, Bejiharjo, Ka-rangmojo. Kasi Perlindungan Benda Cagar Budaya Disbudpar Gunungkidul Winarsih juga mendatangi rumah Bambang Sukito, salah seorang warga Ngringin, Bejiharjo, Karangmojo, yang menemukan fosil berupa tulang persendian yang diduga dari hewan purba.
Bambang sendiri menemukan benda bernilai sejarah itu secara tidak sengaja. Niatnya mencari batu untuk dijadikan akik. Dia merogoh aliran Sungai Oya, mengangkat dan memilih serta memilah mana yang di-anggap bagus. Saat berada di tepian, menggali tanah dan mendapati batu berwarna hitam mencolok menyerupai tulang persendian. Yakin adalah fosil, hari berikutnya bersama dengan sejumlah orang mereka ramai-ramai men-datangi lokasi. Namun mereka memilih mencari batuan ke sisi utara, atau berjarak lebih kurang dua kilometer
Sementara itu beberapa hari setelah warga menemukan fosil, petugas dari Disbudpar datang ke rumah Bambang Sukito. Ber-gegas melakukan pengecekan fosil tulang. Besar dan panjang tulang diukur. “Data ini akan kita kirim ke BPCB (Balai Peles-tarian Cagar Budaya) Jogjakar-ta,” ujar Winarsih.Dari BPCB kemudian lebih la-njut melakukan penelitian. Jika memang memiliki nilai historis tinggi, maka akan dijadikan se-bagai inventaris negara. “Pemi-liknya diberi kompensasi sesuai nilai historisnya,” ungkapnya.
Namun demikian jika biasa saja atau fosil sudah banyak je-nisnya, warga boleh memiliki. Dia menjelaskan, berdasarkan data sudah terdapat 413 pene-muan fosil di wilayah Jogjakar-ta paling timur ini. Sebagian besar fosil ditemukan di sepan-jang aliran Sungai Oya.˜”Sungai terpanjang di Gunung-kidul ini memang menjadi pusat prasejarah,” beber Winarsih.
Selain di wilayah Sokoliman, fosil kayu juga pernah ditemukan di aliran Sungai Mertelu di Ke-camatan Gedangsari. Warga setempat, Wagiyo, menemukan tiga buah fosil kayu berukuran besar. Penemuan fosil itu sudah dilaporkan ke BPCB. (*/laz/ong)