DWI AGUS/RADAR JOGJA
BANGGA: Tim Putra SMAN 2 Ngaglik dan tim ofisial foto bersama setelah memastikan meraih tiket ke delapan besarHonda DBL D.I Jogjakarta Series 2015.
TIKET pertama ke babak big eight Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2015 akhirnya jatuh ke tangan tim putra SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya). Pada laga terakhir babak pe nyisihan Grup B, tim asuhan Iqbal Muhammad ini sukses menundukkan MAN 3 Jogja (Mantiga)
Meski tak seimpresif saat laga pertama lawan SMAN 5 Jogja (Mache), penampilan Padma-widya tetap memuaskan. Teru-tama pada kuarter kedua sampai empat, mereka mampu menam-bah keunggulan. Hasilnya Pad-mawidya menang 23-12.Usai pertandingan, Iqbal men-gatakan, pada pertandingan kali ini Padmawidya memang lebih bermain aman. Karena itu, mereka memilih untuk tidak tampil agresif.”Untuk laga kedua, saya lebih menginstruksikan anak-anak bermain santai. Terbukti me-reka masih bisa meraih keme-nangan,” jelasnya.
Soal status tim putra Padma-widya sebagai tim pertama yang lolos ke big eight, hal ini patut disyukuri. Apalagi di Honda DBL D.I Jogjakarta Series tahun lalu Padmawidya gagal menembus babak knockout.Meski begitu Iqbal menyerukan agar anak asuhnya tak terlalu larut dalam euforia. Sebab di babak big eight Padmawidya hampir pasti menghadapi juara bertahan SMAN 4 Jogja (Patbhe). “DI big eight nanti kami hampir pasti lah menghadapi Patbhe. Mereka tetaplah tim terkuat di Grup A,” ungkapnya.Di kubu Mantiga, pelatih Suis Pradenta mengatakan, tim asu-hannya sudah berjuang sekuat tenaga meraih kemenangan. Tapi apa daya, Padmawidya memang sedang on fire.”Baru sekali main, kami langs-ung kandas. Tapi tidak apa-apa. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari ajang sebesar Hon-da DBL,” bebernya.
Dalam pertandingan lain un-tuk putra, SMA Kolese de Britt-to (JB) sukses memulai petual-angan mereka di ajang Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2015. Berhadapan dengan SMAN 1 Depok, JB membuktikan diri sebagai tim pemegang gelar terbanyak di Honda DBL Jogja-karta Series.Dominan sejak awal, JB menang dengan skor sangat telak 52-6. Bukan saja kemenangan secara statistik mereka juga dapat di-katakan sebagai salah satu calon kuat meraih gelar champion tahun ini. Satu syarat menjadi juara, yakni memiliki tim me-rata bisa dipenuhi JB. Itu dibuk-tikan dengan bukukan bench point yang mencapai 31.Usai pertandingan, pelatih JB Nicko Andrian mengatakan, pencapaian ini sedikit melebihi ekspektasinya.
Pasalnya, per-siapan JB untuk menghadapi Honda DBL Jogjakarta Series sedikit terganggu, karena ba-nyaknya agenda sekolah.”Sesuai dari slogan yang ter-tera di bagian punggung jersey, study first. JB tidak punya kelas olahraga dan senantiasa men-gutamakan belajar. Karena itu-lah anak-anak sedikit mengor-bankan ajang Honda DBL ini untuk agenda sekolah. Namun hasilnya mereka tetap bermain luar biasa dan menang,” katanya.
Jumat nanti, JB sudah ditunggu laga hidup mati melawan SMAN 8 Jogja (Delayota). Melihat kua-litas Delayota yang sangat bagus, Nicko berharap tim asuhannya tidak terlarut dalan euforia ke-menangan. Meskipun JB diung-gulkan, Delayota punya potensi jadi pengganjal.”Beberapa bulan lalu kami bertemu di sebuah turnamen. Kami memang menang lebih dari 10 angka. Namun saya lihat Delayota punya potensi jadi kuda hitam. Ini yang harus di-waspadai,” ucapnya.
Untuk SMAN 1 Depok, tim besutan Dede Hidayat tersebut dipastikan masuk kotak karena sudah mengalami dua kekalahan. Pada laga pertama mereka di-kalahkan Delayota.”Meskipun gagal, saya tetap bangga anak-anak berjuang se-kuat tenaga. Wajar jika kami gugur cepat karena masuk Grup berat,” ujar Dede. (nes/jko/ong)