WONOSARI – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul cukup mengkhawatirkan. Itu ditandai dengan banyaknya warga yang terserang penyakit ini. Pada Desember 2014 lalu, penderita mencapai 53 orang. Sementara di awal tahun ini sudah mencapai 49 orang. Bahkan, satu pasien akhirnya meninggal dunia.
“Namun dinas kesehatan belum mengajukan untuk menetapkan status kondisi luar biasa (KLB) DBD,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati kemarin (27/1). Menurutnya, untuk menetapkan status KLB harus memenuhi beberapa persyaratan. Mulai dari besar peningkatan penderita, ada tidaknya korban jiwa hingga mampu tidaknya pemerintah daerah menangani.
Jika persyaratan tersebut sudah terpenuhi, baru bisa diajukan kepada bupati untuk menetapkan status KLB. Ketika ditetapkan status KLB, lanjut Dewi, pemerintah provinsi akan membantu dalam penanganan.
Meskipun status KLB diterapkan, penanganan DBD tetap dilakukan secara maksimal. Dinas terus melakukan pemantauan terhadap persebaran penyakit tersebut. “Selain itu, untuk pencegahan, juga sudah melakukan pengasapan di beberapa lokasi,” terangnya.
Sementara itu, meningkatnya jumlah penderita DBD di Gunungkidul menyebabkan ruang perawatan di bangsal anak RSUD Wonosari overload. Sejumlah pasien harus dirawat lorong bangsal karena ruangan perawatan tidak mencukupi lagi. “Sudah dua hari ditempatkan di lorong,” kata orang tua pasien DBD, Wiyati.
Pantauan Radar Jogja, pasien telantar tidak hanya terjadi di bangsal anak namun meluas hingga hingga kompleks RSUD. Bahkan, tidak jauh dari lokasi pendaftaran, terlihat seorang pria tergeletak di tempat tidur dorong. Nampak di sebelahnya perempuan paruh baya nampak kecapean.
Kemudian di ruang antre pendaftaran, kursi ruang tunggu dipenuhi keluarga maupun pasien. Kondisi tersebut jelas tidak nyaman bagi mereka yang tengah berusaha mencari kesembuhan. Malahan karena tempat duduk penuh, tidak sedikit duduk di luar ruangan. “Semoga keluarga saya ini bisa segera ditangani,” ucap salah satu keluarga pasien.
Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Wonosari dr Triyani Heny Astuti mengakui selama Desember dan Januari jumlah pasien DBD meningkat. Bulan ini sudah merawat 46 pasien DBD.”Ini memang siklus tahunan. Selama Januari kita sudah merawat 46 pasien dan dua di antaranya kita rujuk ke RSUP dr Sardjito,” kata Triyani. (gun/din)