KULONPROGO-Satreskrim Polres Kulonprogo meringkus sembilan pelaku judi dadu di Sapo, Sidorejo, Lendah, Minggu dini hari (25/1). Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dadu untuk judi dan uang tunai Rp 639 ribu.
Kasubag Humas Polres Kulonprogo AKP Slamet mengatakan, para pelaku yang diringkus adalah Nasiran, 48, Ngatijan, 63 dan Roni Yulianto, 32. Ketiganya warga Sumurmuling, Gulurejo, Lendah. Kemudian Langgeng Wicaksono, 18, dan Rusmianto, 41, warga Sapon, Sidorejo, Lendah. Pelaku lainnya Ponijo, 51, Hartono, 34, dan Budi Pranowo, 49, warga Gentan, Sidorejo, Lendah, serta Joko Untoro, 21, warga Gampingan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.
Penangkapan pelaku perjudian ini berdasarkan informasi masyarakat. Sembilan pelaku ditangkap di rumah Ngatijan, 63. Mereka awalnya bersama-sama akan ke Pantai Parangkusumo. “Saat menunggu teman yang belum datang, mereka menghabiskan waktu dengan bermain judi dadu,” jelasnya.
Roni Yulianto bandar dadu dalam kasus tersebut mengakui, permainan judi dadu baru berlangsung beberapa saat hingga polisi datang dan menangkapnya. “Saat digrebeg permainan bahkan baru dimulai,” ujarnya di hadapan petugas, kemarin (27/1).
Roni mengatakan, judi dadu yang dilakukan bersama dengan teman dan tetangganya tidak direncanakan. Sebab, hanya sebagai pengisi waktu luang sembari menunggu teman-teman yang belum datang. ” Karena cuma iseng, pemain rata-rata hanya memasang taruhan Rp 5 ribu hingga Rp10 ribu,” katanya.
Tersangka lain, Nasiran bahkan menampik tuduhan ikut berjudi. Ia beralasan kebetulan berada di lokasi penangkapan lantaran mencari Roni Yulianto. “Saya dimintai tolong oleh ibunya Roni untuk mencari anaknya,” ujarnya.
AKP Slamet menegaskan, permainan judi dadu dilakukan dengan menebak kemunculan mata dadu yang dikocok oleh bandar. Para pemasang, akan meletakkan uang taruhan pada pilihan gambar dadu yang terdapat pada selembar kardus.
“Untuk kasus ini, para pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP Tentang Perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegasnya. (tom/din)