MAGELANG – Pendeknya waktu pendaftaran bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota wawali yang digelar dinilai sebagai upaya mematikan demokrasi. Padahal, PDI Perjuangan (PDIP) dikenal sebagai partai yang menjunjung tinggi demokrasi.
Menariknya, kritik itu dilontarkan Penasehat DPC PDIP Kota Magelang Rudy Haryanto. Pernyataan sikap tersebut sebagai bagian evaluasi dan perbaikan partai.
“Njaring calon wali kota dan wakil wali kota kok kesusu. Kalau benar-benar mau menjaring dan atas nama demokrasi, tentunya dilakukan dalam waktu yang cukup,” kata Rudy kemarin (27/1).
Rudy melanjutkan, proses seseorang memutuskan mendaftar dan melengkapi persyaratan butuh waktu yang cukup. Karena, banyak pertimbangan harus dilakukan seseorang balon. Mulai dari persetujuan keluarga, kesiapan mental, hingga masalah finansial.
“Lha kalau kemudian hanya diberi waktu lima hari, tentunya ini tidak demokratis. Tanda tanya besar, ada apa ini?” sindirnya.
Seperti diketahui, proses penjaringan hanya berjalan lima hari. Karena DPC PDIP Kota Magelang mengumumkan secara resmi pembukaan pendaftaran saat tasyakuran HUT ke-42 PDIP di Gedung Wanita Jalan Veteran Kota Magelang, beberapa waktu lalu (19/1). Keesokan harinya, para balon bisa mengambil formulir pendaftaran.
Saat wawancara dengan wartawan, Endi menegaskan pendaftaran dibuka mulai 19-26 Januari. Dalam iklan di media massa lokal disebutkan, waktu pendaftaran hingga 2 Februari.
Akhirnya, proses penjaringan ditutup resmi pada Sabtu malam (24/1), pukul 21.00 atau maju dua hari dari rencana semula.
“Kalau waktunya cukup, tentu tidak hanya memunculkan lima nama balon wali kota dan sembilan balon wawali. Harusnya bisa lebih itu,” katanya.
Ketua Penjaringan Suharyanta menyebut, pihaknya berpatokan pada hasil Rakerda DPD PDIP Jateng awal Januari 2015. Semua DPC hanya diberi waktu seminggu untuk melakukan penjaringan.
“Sesuai Hasil Rakerda DPD PDI Perjuangan Jateng, penjaringan tahap pertama hanya diberi waktu seminggu. Kemudian, DPC PDI Perjuangan Kota Magelang menganggap waktu seminggu itu terhitung dari Senin hingga Sabtu. Jadi, ketika Pak ketua (DPC) menyebut pendaftaran hingga 26 Januari, sebenarnya patokan kami adalah ditutup Sabtu,” papar pria yang juga Sekretaris DPC PDIP Kota Magelang ini.
Beberapa DPC PDIP di Jateng yang melaksanakan penjaringan berbeda dalam soal waktu pendaftaran. Sesuai SK DPP PDIP Nomor 031-A/Tap/DPP/V/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Penjaringan Calon Kepala Daerah menyebutkan batas waktu maksimal dua minggu untuk seorang calon mengambil formulir hingga mengembalikannya. Contohnya, DPC PDIP Wonosobo melakukan penjaringan mulai 17-27 Januari. Kemudian, DPC PDIP Purbalingga per 5-20 Januari 2015, dan DPC PDIP Kebumen, mulai 9-20 Januari.
“Soal waktu pendaftaran, menjadi kewenangan masing-masing DPC. Keputusan DPC PDIP Kota Magelang membuka pendaftaran mulai Senin hingga Sabtu saja,” tegas Suharyanta.(dem/hes)