MUNGKID – Permasalahan aksi kekerasan oknum TNI AD terhadap Sriyanto, 27, warga Desa Donorejo, Secang berakhir damai. Keluarga korban tidak akan membawa kasus penembakan dan pembacokan ke meja hijau. Kedua belah pihak sepakat akan menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada Senin malam (26/1) dengan kekeluargaan. “Sudah ada permintaan maaf dari TNI pada Rabu pagi (28/1). Saat meminta maaf, TNI di-fasilitasi Koramil Secang dan Kodim,” kata Kades Donorojo Asrodin saat dihubungi via telepon kemarin (28/1).
Asrodin melanjutkan, pihak keluarga sudah musyawarah dengan pihak TNI. Permintaan keluarga soal ganti rugi biaya pengobatan akan dipenuhi pelaku. “Sudah tidak melalui proses hukum. Dari TNI ber sedia mengganti biaya pengobatan korban,” katanya.
Kesepakatan damai rencana-nya dituangkan dalam hitam di atas putih. Meski begitu, kades tidak menyebutkan besaran uang pengganti dari TNI. Yang pasti, keluarga sepakat tidak melanjut-kan masalah ke proses hukum. “Kesepakatan damai ini tidak ada tekanan dari siapapun,” jelasnya.
Sriyanto menjadi sasaran tembak beberapa kali oleh oknum TNI saat di rumahnya. Ia juga mengalami luka bacok di be-berapa bagian tubuhnya. Ber-untung, peluru gotri yang di-duga dari senapan angin hanya menyerempet bagian kepalanya. “Penyebab permasalahan tidak diketahui pasti. Dugaannya karena ada permasalahan pribadi di antara keduanya. Sekitar enam bulan lalu ada dendam lama, meski mereka tidak saling kenal,” kata kades tanpa memperinci permasalahan yang dimaksud.
Sampai tiga hari sejak kejadian, pihak TNI tidak memberikan pernyataan. Kepala Komandan Sub Detasemen Polisi Militer IV/2-1 Letnan Satu Anastasius enggan memberikan sikap atas kondisi ini. Saat didatangi awak media di kantornya, ia tidak ada di tempat. (ady/hes/ong)