HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TIDAK ADA: Pedagang buah di Perempatan Kembang Purworejo tidak menyediakan buah apel jenis Granny Smith dan Gala yang dilarang peredarannya, karena terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes.
PURWOREJO – Sejak pertengahan 2013, sejumlah kios penjual buah di Purworejo tidak menyediakan dua jenis apel yang dilarang pemerintah. Yakni, apel jenis Granny Smith dan Gala dari Amerika Serikat. Karena terindikasi kontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes.Seperti diketahui, bakteri Listeria Monocytogenes merupakan bakteri yang menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit, dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.Kedua jenis apel ini akan terlihat keras di bagian luar.
Namun, teksur buahnya amat lembut dan empuk saat digigit. “Sudah lama kami tidak menyediakan kedua jenis apel itu. Sejak 2003 hingga saat ini,” ungkap Wawan, 43, penjaja buah di Pusat Buah Perempatan Pasar Kembang Purworejo, kemarin (28/1).
Wawan meneruskan, kedua jenis apel itu biasanya harus disimpan dalam lemari berpendingin yang biasanya disediakan di supermarket besar. “Kami tidak mungkin menyediakan, karena tidak tahan lama dan harus disimpan di kulkas buah,” tegasnya.
Menurut Wawan, kedua jenis apel itu tidak terlalu diminati masyarakat, karena harganya tinggi dan cocok untuk masyarakat Purworejo atau pelanggannya yang sebagian besar berasal dari kelas menengah.”Saya lebih memilih buah-buah yang bisa lebih tahan lama atau buah apel lokal. Selain lebih hemat, dalam menjualnya relatif lebih bak,” tegasnya.
Pemkab Purworejo melalui instansi yang terkait hingga kini belum melakukan pengecekan ke pihaknya untuk melihat dari dekat ketersediaan buahnya. “Dari dinas biasanya datang melakukan pengecekan harga. Tentang adanya larangan buah yang dijual sampai saat ini kok belum ada,” katanya. (tom/hes/ong)