ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
CARI KEPASTIAN: Ratusan warga Kuden, Sitimulyo, Piyungan ditemui Kapolres Bantul AKBP Surawan. Dia memastikan penanganan perkara ini tetap berlanjut.
BANTUL – Lamanya penanganan perkara dugaan korupsi yang menjerat Kepala Dukuh Kuden, Sitimulyo, Piyungan bernama Iswahyudi memicu keresahan para pendukungnya. Mereka kemarin (28/1) akhirnya mendatangi Mapolres Bantul. Mereka mendesak Polres Bantul memastikan status hukum Iswahyudi dalam perkara dugaan korupsi penyaluran bantuan beras untuk keluarga miskin (raskin) pada per-tengahan 2012. “Jika memang bersalah segera disidangkan. Jika tidak ya keluarkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan),” tegas Ketua Forum Pemuda Kuden Heri.
Permintaan warga ini bukan tanpa alasan. Sebab, Iswahyudi telah di-tetapkan sebagai tersangka oleh penyidik polres pada akhir April tahun lalu. Namun, hingga sekarang Iswahyudi belum juga disidangkan. Heri menduga ada nuansa politis dalam dugaan perkara korupsi ini. Diduga kuat yang mempersoalkan penyaluran raskin di Pedukuhan Kuden adalah pihak-pihak yang kalah dalam pemilihan kepala dukuh. “Dukuh kami difitnah oleh orang-orang yang tak suka padanya,” tandasnya.
Kapolres Bantul AKBP Surawan memastikan penanganan perkara ini tetap berlanjut. Lamanya pelimpahan berkas ke kejaksaan negeri (kejari) Bantul karena terbentur pemeriksaan ulang terhadap sejumlah saksi. Berkas penyidik berulang kali dikembalikan kejari lantaran dianggap masih kurang. “Keterangan saksi-saksi saat ini sudah cukup. Berkas akan kita limpahkan ke kejaksaan lagi secepatnya,” jelasnya.
Surawan mengakui belum mengetahui persis apakah Iswahyudi mengambil keuntungan pribadi dalam penyaluran raskin. Hanya saja, Iswahyudi dianggap menyalahi aturan dalam penyalurannya. “Kami akan menggali kesalahannya di mana,” ungkapnya.
Meski telah ditetapkan tersangka pada tahun lalu, penyidik tak melakukan penahanan. Surawan meyakini Iswahyudi tidak akan melarikan diri. “Saya juga berharap tidak terjadi perpecahan. Jaga kerukunan. Bekerja seperti biasa,” pintanya.
Sekadar mengingatkan, dugaan perkara korupsi raskin ini naik ke tahap penyidikan pada April 2013. Kemudian, Iswahyudi ditetapkan tersangka satu tahun setelahnya. Penetapan status tersangka ini karena Iswahyudi disangka bersalah dalam pendistribusian raskin di pedukuhan setempat.
Semula, Pedukuhan Kuden hanya mendapatkan jatah raskin sebanyak 40 karung. Kemudian, kuotanya ditambah menjadi 85 karung. Hanya saja, pada praktiknya beras yang didistribusikan kepada penduduk warga tetap 40 karung. Sementara, sisanya diduga diselewengkan. Selain itu, warga juga hanya menerima 10 kilogram. Padahal, seharusnya mereka mendapatkan jatah 15 kilogram. Selain memeriksa sejumlah saksi, penyidik juga telah meminta bantuan BPKP untuk mengaudit kerugian negara. Hasilnya, ada kerugian negara ditaksir sekitar Rp 21 juta. (zam/din/ong)