IWA IKHWANUDDIN/RADAR JOGJA
SERU: Guard SMAN 1 Banguntapan, Bantul Khusnul Amalia Muthia (pegang bola) ditempel ketat guard SMAN 5 Jogja Muthia Restriningsih (10) di GOR UNY, kemarin (28/1).
SMAN 5 Jogja (Mache) akhirnya akan menja-lani laga hidup mati me-lawan SMA Santa Maria (Stama) untuk mempe-rebutkan tiket babak big eight bagian putri Honda DBL 2015 Jogjakarta Se-ries dari Grup G
Mache sukses mengalahkan SMAN 1 Banguntapan dengan skor 13-7. Ini sekaligus mengotakkan dele-gasi Kabupaten Bantul tersebut.Anak-anak Mache memulai pertandingan dengan sangat baik. Pada dua kuarter awal, An-nisa Arifia Golda dkk memaksa lawannya mengalami scoreless.
Hasilnya, sebelum half time show, Mache unggul 8-0.Namun, memasuki kuarter ketiga, SMAN 1 Banguntapan mulai menemukan bentuk per-mainan. Di awal kuarter ketiga, SMAN 1 Banguntapan mem-buat empat scoring run untuk memperkecil ketinggalan 4-8. Kuarter ketiga berakhir dengan keunggulan Mache 9-5.Nah, melihat ancaman SMAN 1 Banguntapan pada kuarter ketiga, Mache langsung mene-rapkan pressing ketat pada ku-arter keempat.
Strategi ini pun berbuah manis. SMAN 1 Banguntapan sulit mendapat ruang menambah angka. Laga pun berakhir 13-7 untuk Mache.Pelatih Mache John Maryana mengatakan, dalam pertan-dingan kemarin tim asuhannya tidak tampil sempurna. Tetapi setidaknya, dia yakin jika Mache sudah siap menjalani laga pe-rebutan tiket big eight melawan Stama. “Kami sudah siap lah menghadapi Stama Sabtu men-datang. Mengalahkan mereka memang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa,” ucap John
.Pada laga sebelumnya, Stama juga berhasil mengalahkan SMAN 1 Banguntapan. Skornya cukup telak, yaitu 24-3. (nes/din/ong)