GUNAWAN/RADAR JOGJADIEVALUASI: Tiga orang pemeran korban kebakaran terjebak dalam kepulan asal tebal di ruang laboratorium RSUD Wonosari, kemarin (28/1). Simulasi kebencanaan ini dilakukan untuk menguji sistem koordinasi evakuasi saat terjadi bencana
 
 
GUNUNGKIDUL – Koordinasi pe-nanganan kebencanaan di RSUD Wonosari masih kacau. Itu terlihat dari hasil simulasi kebakaran gedung laboratorium, kemarin (28/). Sistem koordinasi untuk evakuasi ternyata berpotensi membahayakan jiwa korban. Kekacauan koordinasi kebencanaan sudah terlihat dari awal. Saat agenda simulasi dimulai dengan kejadian kebakaran di ruang laboratorium.
Digambarkan asap mengepul di ruang pasien. Tanda bahaya berupa sirine berbunyi. Tim penanggulangan bencana yang sudah terbentuk kemudian bergerak melakukan evakuasi kepada pasien serta korban. Hanya sayangnya, tim penanggulangan kebencanaan belum bisa bekerja profesional.”Kalau lamban begini korban bisa meninggal dunia. Durasi penyelamatan harus diperhitungkan dengan jelas,” celetuk salah seorang relawan PMI yang ikut menyaksikan simulasi
. Kemudian ketika korban dievakuasi, titik kumpul yang semestinya menuju area parkir berubah arah menjadi masuk ke salah satu ruang di rumah sakit. Peserta simulasi juga terlihat cengengesan ketika membopong korban luka bakar. Asisten Konsultan Pusat Kebijakan Menejemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Magdalena Ariyani mengatakan simulasi ini kelanjutan pembentukanhospital disaster plan yang sudah dibentuk dengan berbagai perubahan dokumen yang menyesuaikan gedung-gedung di RSUD.”Memang sedikit ada kekacauan dalam penanganan kali ini. Nanti akan dievaluasi,” kata Magdalena.
Sementara itu, Ketua Tim Penang-gulangan Bencana RSUD Wonosari Triyani Heni Astuti mengatakan, simulasi menjadi kesempatan pembenahan sehingga kedepan tim kebencaaan RSUD siap. Selain itu, juga sudah memiliki alur koordinasi yang jelas. “Ini sudah kita rencanakan, namun ternyata masih kacau,” sesal Triyani.
Menurutnya, sejak Tim Hospital Disaster Plan terbentuk pada tahun 2010 lalu, baru kemarin menggelar simulasi kebencanaan berupa terbakarnya gedung laboratorium. Di dalam standar operasional prosedur (SOP) Hospital Disaster, ada metode penanganan yang harus dilakukan,. Seperti memindah pasien saat rumah sakit mengalami kebakaran. SOP ini terus di-update setiap tahun me-nyesuaikan dengan pembangunan rumah sakit.”Nah kita langsung evaluasi dan akan kita gunakan untuk perbaikan dalam simulasi berikutnya,” terangnya. (gun/ila/ong)