GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERDAMPAK: Pagar sekolah SMP 3 Jogja yang terancam roboh menyusul pembangunan hotel di sebelahnya.
JOGJA – Proses pembangunan hotel di Kota Jogja kembali me-nimbulkan persoalan. Kali ini pembangunan hotel baru di Jalan Pajeksan, tepat ber sebelahan dengan SMP 3 Jogja, membuat pagar sekolah terancam jebol. Pemilik hotel diminta segera memperbaiki kerusakan yang diakibatkan pembangunan hotel tersebut.
Kondisi tembok pembatas antara SMP 3 Jogja dengan lokasi pembangunan hotel sudah di-pasangai papan peringatan dan diberi tali pembatas. Para pekerja proyek pembangunan hotel juga terlihat mulai melakukan perbaikan tembok di bekas sekolah Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dan mantan Kapolda DIJ Haka Astana itu. Menurut Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja Winarta, pembangu-nan hotel yang letaknya ber-sebelahan dengan sekolah, dikhawatirkan akan menggangu kegiatan belajar mengajar. ” Pendirian hotel di Jogja hampir tidak ada rambu-rambu khusus yang melindungi predikat Jogja sebagai kota pendidikan,” ujar Winarta, seusai pemantauan langsung ke SMP 3 Jogja, ke marin (28/1).
Karena itu Forpi Kota Jogja akan segera mengecek dokumen pe-rizinan ke Dinas Perizinan (Din-zin). Selain itu juga terkait dengan lingkungan dan lalu lintas.Sementara itu Kepala Sekolah SMP 3 Jogja Sofwan mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kerusakan pagar akibat proses pembangunan hotel tersebut ke Wali Kota Haryadi Suyuti, 19 Januari lalu. Ia juga sudah menda-patkan surat tembusan dari Dinzin yang meminta pemilik hotel segera melakukan perbaikan. “Kalau kami inginnya ke rusakan tersebut segera diperbaiki, supaya tidak membahayakan anak-anak,” ujarnya.
Terkait proses pembangunan hotel sendiri, Sofwan yang mulai bertugas sebagai Kepsek SMP 3 Jogja mulai Januari ini, me ngaku belum pernah diberitahu. “Saat mulai proses pembangunan awal Januari ini, pihak sekolah juga hanya diberitahu ketua RW,” ungkapnya.
Sofwan menambahkan bangu-nan utama SMP 3 Jogja ini juga termasuk cagar budaya, karena sebelumnya merupakan sekolah Kasultanan atau yang digunakan untuk sekolah anak-anak dari Keraton Jogja.Sementara itu, Kepala Dinzin Kota Jogja Heri Karyawan menjelaskan, pemilik hotel sudah melengkapi semua persyaratan administrasi dan teknis. Dinzin Kota Jogja juga sudah menge-luarkan izin mendirikan bangun bangunan (IMBB) pada 23 Maret 2014 lalu.
Rencananya, hotel tersebut akan dibangun delapan lantai dan satu basement, dengan ketinggian 32 meter dan luas bangunan 1.065 meter persegi. “Kalau semua persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi, Dinzin baru bisa mengluarkan izin,” ungkapnya.
Terkait kerusakan pagar SMP 3 Jogja akibat pembangunan hotel itu, bidang pengawasan Dinzin Kota Jogja juga sudah melayang-kan surat ke pemilik hotel yang berada di Surabaya untuk segera dilakukan perbaikan.”Karena ini terjadi longsor di tembok sekolah, kami minta untuk prioritas diperbaiki dulu. Kami juga minta kontraktor lebih hati-hati, supaya tidak terjadi lagi, karena ini baru menggali sudah ada problem,” ujarnya. (pra/laz/ong)