URWOREJO – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pe-milukada) Purworejo di depan mata. Diperkirakan, tidak ada partai yang mampu mengusul-kan calon bupati. Terlebihm seluruh partai tidak ada yang memiliki kursi 20 persen dari atau 45 jumlah kursi parlemen di DPRD Purworejo.Dalam pileg lalu, PDI Per-juangan sebagai partai pemenang hanya memperoleh delapan kursi. Padahal, untuk menga-jukan calon bupati minimal harus memperoleh sembilan kursi dalam pileg. Sehingga harus melakukan koalisi untuk mengajukan calon.
Ketua DPC PDIP Purworejo Luhur Pambudi Mulyono mengungkapkan, PDI P mulai melakukan penjaringan bakal calon. Pihaknya mengaku ke-sulitan menjalin komunikasi dengan partai-partai lain. Ken-dati ada kader dari partai lain yang ikut terdaftar sebagai bakal calon dari partainya, hal tersebut belum final sebagai hubungan koalisi partai.”Sudah mulai bergerak untuk menjalin pendekatan atau pen-jajagan berkoalisi. Hingga kini belum ada yang resmi me-nyatakan koalisi,” papar Luhur kemarin (29/1).
Menurut Luhur, jalinan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) belum menjadi jaminan terjadi di Pur-worejo. Ia mengaku, mengkon-solidasikan KIH di Purworejo bukanlah perkara mudah.Ken-dati di tingkat pusat peta koa-lisi terbelah dua, di daerah bisa saja menjadi lebih dari dua.”Mayoritas rekan-rekan partai lain saat ditanya masih me nunggu kepastian regulasi di pusat,” tegasnya.Hal itu mempersulit mem-bangun mitra koalisi dalam Pilkada Purworejo 2015.
Penye-babnya, adanya rancangan per-aturan pemilu yang menyebut-kan dalam pilkada mendatang hanya perebutan bupati tanpa pasangan wakil bupati.”Jika berpasangan komunika-sinya lebih enak, karena pem-bagiannya jatahnya lebih mudah. Saat ini semua berebut men-jagokan calon dari partainya,” katanya.
Menurut Luhur, sebagai partai pemenang pemilu, pihaknya membuka peluang sebesar-besarnya pada partai lain men-jadi mitra moncong putih dalam pilkada mendatang.”Kami terbuka dan memper-silahkan partai lain untuk ber-koalisi dengan partai kami,” katanya. (tom/hes/ong)