SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BANYAK PEMINAT: Apel Granny Smith dan Royal Gala per kilogram dijual antara Rp 30 ribu – Rp 35 ribu.
SLEMAN – Tidak banyak pe-dagang paham tentang bahaya bakteri yang terkandung dalam apel Granny Smith dan Royal Gala, yang diimpor dari Ame-rika Serikat. Mereka menilai, penghentian pasokan justru dinilai sebagai permainan pasar. Kendati begitu, sebagian pe-dagang buah masih menjual stok lama, yang dipasok sebelum isu bakteri Listeria Monositogines merebak. “Sama larisnya, sih, dengan apel lokal,” ungkap Su-jarwo, 45, pedagang buah di wilayah Sleman kemarin (29/1).
Dua apel impor tersebut memang lebih mahal harganya dibanding apel lokal. Granny Smith dan Royal Gala per kilogram dijual antara Rp 30 ribu – Rp 35 ribu. Sedangkan apel hijau lokal di ki-saran Rp 17 ribu – Rp 20 ribu per kilogram. “Sejak beberapa hari lalu memang sudah tidak ada pa-sokan. Ini stok lama,” ungkapnya.
Menyikapi permasalahan apel berbakteri, Dinas Perindustrian, Perdagagan, dan Koperasi (Dis-perindagkop) Sleman belum bergerak. Meskipun Kementerian Perdagangan melarang pereda-ran dua jenis apel tersebut. Ada dua alasan disampaikan Kepala Disperindagkop Pustopo.
Dinas belum menerima laporan tentang peredaran apel Granny Smith dan Royal Gala. Dan, setahu Pustopo, apel tersebut belum pernah dite-mukan di wilayah Sleman. Toh, misalnya apel impor itu terbukti ada di pasaran, harus dibuktikan dulu kebenaran ada-nya kandungan bakteri. Penyi-kapannya pun, dinas tidak bisa berdiri sendiri. (yog/din/ong)