JOGJA – Pendidikan karakter harus terus diajarkan kepada para siswa di sekolah dan luar sekolah. Sayang, pendidikan karakter yang diajarkan selama ini belum membuahkan hasil. Akibatnya, banyak siswa yang terlibat tindak kriminalitas dan tindak asusila. Untuk memupuk karakter anak bangsa, Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu Rusnita Hainun mengusulkan ada ada terobosan dengan menetapkan prioritas pendidikan karakter melalui pelajaran Pendidikan Kewarga-negaraan (PKN).”PKN mengajarkan dan men-didik anak agar bisa lebih religius, jujur, ramah, dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan lingkungannya,” kata Rusnita dalam ujian promosi doktor bidang Ilmu Agama, Program Pascasar-jana UIN Sunan Kalijaga, di kam-pus setempat, kemarin (29/1).
Dalam disertasi ini, Rusnita memberi judul Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah (Stu-di Kasus Pembelajaran Pendi-dikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 4 Kota Bengkulu). Diser-tasi Rusnita Hainun ini diperta-hankan di hadapan tim penguji yang dipimpin Dr Muqowim.Rusnita menambahkan, SMA Negeri 4 Kota Bengkulu telah mengembangkan empat pen-didikan karakter di atas dengan melalui berbagai pendekatan. Baik melalui pengembangan kebijakan sekolah yang mendu-kung pendidikan karekter, ter-integrasi dalam semua mata pelajaran, terutama mata pela-jaran pendidikan PKN.
Sebelum disampaikan kepada para siswa, para guru merumuskan visi dan misi sekolah berkarakter, menyusun kurikulum pendidikan berkarakter dan mengembangkan guru berkarakter. Kebijakan itu terbukti membantu terciptanya kondisi sekolah yang menunjang proses pembelajaran, terutama pelajaran PKN dalam mewujudkan karakter siswa. “Sekolah membangun kultur dan penerapan metode kom-prehensif pendidikan karakter seperti menciptakan suasana religius dengan membiasakan salat berjamaah, membuka kantin kejujuran, mengondi-sikan busana siswa yang sopan, dan berperilaku santun,” ung-kap perempuan berusia 56 tahun ini. (mar/laz/ong)