GUNUNGKIDUL – Masa jabatan Bupati Badingah dan Wakil Bupati (Wabup) Immawan Wahyudi periode 2010-2014 akan berakhir pada 27 Juli mendatang. Meski begitu, enam bulan sebelumnya, sudah dimulai persiapan penentuan pelaksana tugas (Plt) bupati dan wabup.Assek II Bidang Pemerintahan Setda Gunungkidul Tommy Harahap menga-takan pengisian plt bupati menjadi ke-wenangan Gubernur DIJ HB X. Itu merujuk pada pengalaman tahun sebelumnya, di mana gubernur menunjuk pejabat pro-vinsi untuk mengisi kekosongan tersebut.1″Tapi untuk jabatan wakil memang dikosongkan,” katanya, kemarin (29/1).
Dia menjelaskan, masa jabatan duet Bupati Badingah dan Wabup Im-mawan Wahyudi akan berakhir pada 27 Juli 2015. Untuk itu, saat ini sudah dimulai persiapan untuk menentukan plt bupati. Termasuk didalamnya mu-lai memperhitungkan posisi sekda karena tahun ini juga pensiun.”Plt sekda nanti bisa ditunjuk oleh plt bupati. Sepengetahuan saya, po-sisinya bisa dirangkap oleh pejabat eselon II,” terangnya.Kembali ke penunjukan plt bupati, lanjut Tommy, tidak menutup kemun-gkinan juga bisa diambil dari kalangan pejabat daerah. Dengan catatan, me-reka memiliki kemampuan untuk me-nanggung beban GK1. Hanya saja, me-kanisme plt bupati memang menjadi kewenangan gubernur. “Tapi kalau pe-jabat di daerah ada yang bagus bisa jadi diperhitungkan oleh gubernur,” bebernya.
Mantan Kepala Dinas Kependudu-kan dan Pencatatan Sipil (Disdukca-pil) Gunungkidul itu menjelaskan lamanya jabatan plt bupati bisa didu-duki oleh pejabat yang ditunjuk ber-gantung pada cepat lambatnya proses pilkada. Namun paling cepat, Tommy memprediksi kalau Januari 2016 sudah mulai pilkada, plt bupati bisa menja-bat lebih dari lima bulan. Namun begitu, jika pilkada molor bisa jadi plt akan menjabat setahun lebih.Di bagian lain, Sekda Gunungkidul Budi Martono mengaku akan menik-mati detik-detik masa pensiun dengan kerja, kerja, kerja. Dia mengungkapkan, titel PNS-nya bakal berakhir tahun ini. “Saya ingin memberi tinggalan yang bagus,” kata Budi.Hal senada diutarakan Asek II Bidang Pembangunan Setda Gunungkidul Supriyadi. Dia ingin menumpahkan segala kemampuan untuk membangun kota Gaplek. “Kita harus gerak cepat,” ucap mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) ini tampak bersemangat. (gun/ila/ong)