HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BUAH LOKAL: Salah satu kios buah di Jalan Sugiman 15, Wates, mulai kebanjiran konsumen yang beralih ke buah lokal asli Indonesia seiring dengan isu apel Amerika yang berbakteri.
KULONPROGO – Tren positif penjua-lan buah lokal terjadi di Kulonprogo. Itu menyusul adanya isu buah apel Granny Smith dan Gala dari Amerika yang di-kabarkan tercemar bakteri listeria mo-nocytogenes. Warga kini banyak beralih membeli apel lokal dan buah lain dari Indonesia.”Pembeli mulai beralih ke buah lokal, kendati belum terlihat signifikan. Seka-rang lebih banyak yang beli apel manalagi dan apel Malang. Terlebih harganya juga lebih murah, yakni Rp 16 ribu per-kilogramnya,” terang Pemilik Kios Anu-gerah Buah Muhammad Ustad di Wates, kemarin (29/1).
Muhammad menjelaskan, kebetulan sebelum berita tentang apel yang tercemar bakteri itu muncul di media, ia sudah tidak mendapatkan stok buah apel impor dari Amerika itu.”Sebetulnya sudah lama order untuk mendapatkan apel itu, karena banyak konsumen yang tanya. Namun secara bersamaan ada berita itu, akhirnya saya urung dan memang tidak ada barangnya,” jelasnya.Muhammad menjelaskan harga apel asal Amerika itu juga relatif mahal jika dibanding apel lokal, selisihnya menca-pai Rp 20 ribu. “Harganya Rp 35 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram, kalau barangnya memang awet, disimpan se-lama sebulan masih bagus,” ungkapnya.
Pedagang buah yang lain Ana Yulfa mengungkapkan karena berbahaya ia berharap buah dari Amerika itu tidak lagi masuk ke Indonesia. Menurutnya, isu ini justru bagus untuk para petani buah di Indonesia. Minimal bisa men-dongkrak nilai jualnya, kendati demikian kualitas dan mutu buah memang masih perlu untuk ditingkatkan. “Coba kalau apel Malang itu bisa se-besar apel dari Amerika itu pasti harga-nya lebih mahal. Kalau rasa tidak kalah, bahkan Apel manalagi juga manis se-kali, apel Malang kecut segar dan khas,” terangnya. (tom/ila/ong)