JOGJA – Harapan adanya zonasi kawasan pendidikan dengan perhotelan langsung di-respons Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS). Menurutnya, usulan yang disampaikan Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja itu akan menjadi masukan bagi Pemkot Jogja.”Zonasi kawasan sekolah dan hotel ini akan menjadi masukan ke kami,” ujar HS kemarin (29/1).
Orang nomor satu di Pemkot Jogja itu mengatakan, aturan zonasi akan menajdi salah satu pertimbangan dalam penataan kawasan perkotaan. Selain untuk menjaga predikat Jogja sebagai kota pendidikan.HS mengatakan, penataan kawasan kota su-dah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Mora-torium pembangunan hotel, yang diterapkan pada akhir 2013 lalu, disebutnya juga sebagai bagian dari penataan kota. Meskipun begitu, diakuinya sektor jasa dan perdagangan termasuk pariwisata merupakan andalan Kota Jogja
“Sebenarnya sudah ada aturan wilayah mana saja yang dilarang. Kalau untuk zonasi ini perlu kajian,” jelasnya.
Sementara terkait terancam ro-bohnya tembok pagar SMP 3 Jogja, HS juga mengaku sudah menerima laporan lengkapnya. Ia meminta instansi yang terkait meminta ke-pada kontraktor pembangunan untuk melakukan perbaikan. “Apa pun itu, kalau menimbulkan keru-gian, pihak kontraktor harus ber-tanggungjawab,” tegasnya.
Sebelumnya, Koordinator Forpi Kota Jogja Winarta men-gatakan, zonasi kawasan sekolah dan perhotelan tersebut sebagai upaya mempertahankan predi-kat Jogja sebagai kota pendidikan. Forpi juga meminta pengetatan pemberian izin pendirian hotel di bekas gedung sekolah atau yang dekat dengan sekolah. “Izin-nya harus diperketat, tidak sama dengan pengajuan izin di lo-kasi lain,” katanya. (pra/laz/ong)